Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
Alamat Akun
http://nafiah.kotasantri.com
Bergabung
25 Mei 2009 pukul 20:09 WIB
Domisili
Bantul - DI Yogyakarta
Pekerjaan
Karyawan
http://frd.cybermq.com , http://intuisiku.wordpress.com
sk_jogja08@yahoo.co.id
sk_jogja08
http://facebook.com/nfk_jogja08
Tulisan Siti Lainnya
Kroket Kentang
25 April 2010 pukul 19:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Bingkai

Senin, 3 Agustus 2009 pukul 17:32 WIB

Life is About Choosing Wisely

Penulis : Siti Nafiah

Seorang sahabat mengatakan, "Life is just a matter of choices, tepatnya life is about choosing wisely." Dan bisa dipastikan bahwa saya membutuhkan waktu beberapa saat untuk mengerti kalimat itu.

Ya, saya jadi teringat, bukankah ada banyak ruang di jiwa kita yang diberikan oleh ALLAH? Ada ruang untuk berkeluh kesah, ruang untuk berduka, ruang merasa kesepian, ruang merasa bahagia, ruang untuk mencintai dan dicintai, ruang melerai letih, dan ruang untuk sejuta perasaan tak bernama, bahkan ALLAH juga menciptakan satu ruang di jiwa kita yang hampa dan kosong.

"Subhanallah..."

Dan sungguh, JIWA adalah RUMAH yang berisi ruangan-ruangan. Hanya, masalah ruang mana yang akan kita masuki? Bukankah ini hanya masalah pilihan apakah kita ingin berada di ruang yang hampa atau kita memilih memasuki ruang yang penuh cinta. Betul apa yang dikatakan oleh sahabat saya, bahwa ”LIFE, it’s just a matter of choices."

Kini, waktunya mentertawakan diri saya yang sering menghabisan waktu di ruang keluh kesah, bahkan saya suka meletakan jiwa saya di ruang hampa, padahal saya bisa saja meletakan jiwa saya di ruang penuh canda, di ruang yang penuh dengan ide dan harapan, di ruang yang penuh cinta, di ruang tempat saya dapat memberi dan berbagi rasa dengan para dhuafa, di ruang yang penuh dengan canda tawa para nenek jompo.

Seperti halnya semua yang bernama pilihan, maka ruang mana pun yang saya pilih akan ada konsekwensi yang harus saya jalankan, dan pasti bahwa selalu ada hadiah dari ALLAH bagi mereka yang bekerja keras untuk dunia dan akhirat. Saya merasa bodoh, karena selama ini membiarkan diri saya di ruang yang kosong. Bodohnya saya jika hanya mampu dan melipat dada menahan sakit ketika merasa tak ada asa. “Harapan itu dicari di ruang sebelah, bukan di ruang yang kosong ini,“ sungguh bisikan jiwa yang indah.

Dan betapa mulianya ciptaan ALLAH yang bernama manusia, yang diberi hak untuk memilih, menjadi mulia atau hina di mata ALLAH, menjadi kekasih ALLAH atau menjadi tangan setan untuk menggoda umatnya yang lain, membangkang kepada ALLAH atau menjadi takwa.

Namun manusia tetaplah manusia, seperti saya, yang lebih suka memasuki ruang kerapuhan, ruang untuk mengurai perih, ruang yang penuh dengan guliran pupus, ruang yang seluruhnya bercat biru dan menambah haru jiwa. Tapi, tak mengapa jika kita hanya mengunjungi ruang perih ini sejenak untuk meninggalkan segala perih dan kerapuhan di sana. Dan setelah itu, maka langkah akan terasa ringan untuk memasuki ruang yang penuh kebahagiaan, ruang yang penuh gemintang, penuh cahaya, dan penuh asa yang menggumpal, membuncah meledak, dan menggapai seluruh cita hingga napas ini terhenti.

Dan mulai malam ini, saya akan lebih sering lagi memasuki ruang yang penuh dengan cinta ALLAH, ruang kecil yang berisi sajadah, tasbih, dan Al-Qur'an. Di sanalah ruang yang penuh dengan cinta ALLAH. Jika ALLAH mencintai kita, maka tidak ada lagi ruang tanpa nama di jiwa kita, yang ada hanya cinta ALLAH Yang Maha Memiliki segalanya.

Will you?

http://frd.cybermq.com , http://intuisiku.wordpress.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Siti Nafiah sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Yussi | Karyawati
Subhanallah sekali bisa bergabung di KotaSantri.com. Barakallah...
KotaSantri.com © 2002 - 2020
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0506 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels