Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
Alamat Akun
http://setta.kotasantri.com
Bergabung
12 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Mampang Prapatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
Analis Industri
Penikmat sastra, admin situs Cerpen Koran Minggu di http://lakonhidup.wordpress.com
http://lakonhidup.wordpress.com
setta_81@yahoo.com
setta_81@yahoo.com
Tulisan Setta Lainnya
Memaknai Waktu Luang
6 Juli 2009 pukul 16:09 WIB
Saya Belajar dari Ayah
29 Juni 2009 pukul 15:08 WIB
Jilbab Kondangan
22 Juni 2009 pukul 16:30 WIB
Awas : Fitnah!
12 Juni 2009 pukul 15:33 WIB
Berempati pada MakhlukNya
6 Juni 2009 pukul 15:08 WIB
Pelangi
Pelangi » Bingkai

Kamis, 16 Juli 2009 pukul 18:11 WIB

Menikah Dulu, Baru Pacaran

Penulis : Setta SS

Masa lalu kita adalah sejarah yang tidak bisa kita ubah. Tetapi, jangan sampai kita terkukung oleh masa lalu kita hingga merasa tidak mungkin berubah.

***

Sebelumnya aku ucapkan terima kasih banyak atas waktu dan perkenannya membaca tulisanku ini. Semoga kau dalam keadaan sehat dan senantiasa berada dalam lindunganNya. Amin.

Sebagai renungan, mengutip dari apa yang pernah kau tulis sendiri untukku beberapa waktu lalu :

“Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan. Kau tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupanmu sampai kau melupakan kegagalan dan rasa sakit hatimu. Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Akan tetapi, seringkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup itu sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan untuk kita.”

Harapan-harapan masa laluku kepadamu dan janji-janji kita dulu untuk mencapai pernikahan, ternyata hanyalah sebatas impian. Sejujurnya aku akui, begitu banyak kenanganku bersamamu. File-file dan foto-fotomu di notebook dan PC-ku. Biarlah itu semua menjadi kenangan dalam hidupku. Allah Maha Mengetahui yang terbaik untuk setiap hambaNya.

Satu minggu sejak pengakuanmu yang menyatakan bahwa kau mencintai wanita lain. Sejak itu pula, aku merasa kehilangan kendali. Aku terpuruk sekali. Tidak pernah terbayangkan kata-kata itu terucap dari orang yang sangat aku cintai dan sangat aku percayai. Tidak mungkin! Tapi itulah kenyataannya.

“Pergiliran roda kehidupan kadang tidak bisa ditolak. Hadapi kenyataan dan berserah diri kepadaNya adalah jalan terbaik.”

Aku coba merenungi apa yang pernah dikatakan oleh pimpinan Wisata Hati itu.

Memang tidak gampang menerima kenyataan. Tapi kalau aku pikirkan dengan lebih mendalam, diterima atau tidak suatu kejadian buruk, ia sudah terjadi dan kita tidak bisa memutar ulang waktu. Apalagi yang bisa kita lakukan selain mengembalikan setiap kejadian itu kepada Sang Penguasa kejadian itu sendiri? Lalui saja dengan ikhlas. Betapa pun beratnya penderitaan dan peliknya sebuah persoalan, pasti ia akan berujung juga. Hal itulah yang coba aku lakukan saat itu.

Dan seiring berjalannya waktu, perjalanan Ramadhan, hikmah-hikmah yang indah, dan pengalaman-pengalaman berharga yang kudapat, cobaan dan ujian hati yang aku alami semakin membuatku lebih mengerti akan arti kehidupan ini. Bersikap ikhlas dan sabar akan membuat segala kekecewaan tidak menyesakkan dada lagi.

Masa lalu kita adalah sejarah yang tidak bisa kita ubah. Tetapi, jangan sampai kita terkukung oleh masa lalu kita hingga merasa tidak mungkin berubah.

Apa yang aku alami di masa lalu adalah satu tamparan pedih. Namun, sesungguhnya di balik itu semua sangat berarti untuk jiwa ini. Disadarkan akan arti cinta sejati. Bahwa cinta sebelum pernikahan adalah cinta semu yang tidak perlu disakralkan dan diagung-agungkan!

Alhamdulillah, Dia masih memberikan hidayahNya dengan cara seperti ini.

Insya Allah, aku akan segera menyempurnakan separuh agama. Dengan seorang laki-laki shaleh yang akan aku cintai sepenuh hati. Seorang yang mencurahkan ketulusan kasih sayangnya, mau menerima diriku seutuhnya, dan siap hidup berjuang bersama di jalanNya dalam suka dan duka.

Aku tidak tahu siapa dia. Jika waktunya telah tiba nanti, semuanya akan terang benderang. Anugerah terindah itu pasti akan datang.

Sesungguhnya tiada sesuatu yang lebih indah di dunia ini selain jalinan persaudaraan. Oleh karena itu, kau tidak usah bersikap antipati terhadapku. Dan aku ingin komunikasi di antara kita dan keluarga yang sudah terbangun selama ini tetap baik, terlepas dari status hubungan kita sekarang. Forget it! Aku hanya ingin tetap menjalin silaturrahim. Hanya sebatas itu saja. Bukankah menjaga silaturrahim itu salah satu tiket masuk surga?

Mohon maaf untuk semua salah dan khilafku. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang selalu memperbaiki diri dan senantiasa berlomba dalam kebaikan. Semoga.

***

31 Januari 2oo9 o4:47 p.m.

Ditulis ulang dari kisah nyata seorang Sahabat

http://lakonhidup.wordpress.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Setta SS sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

lila | mahasiswa
Saya sangat senang sekali bisa bergabung dengan KotaSantri.com, karena saya sendiri memang santri.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.3097 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels