|
QS. Al-Hujuraat : 13 : "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
|





Kamis, 21 Mei 2009 pukul 17:22 WIB
Penulis : Iffa Lathifah
Ya Rabbi, tiada terasa hari-hari berlalu begitu cepat hingga tak terasa bahwa hamba telah dewasa. Ketika hamba baca SMS dari Ustadz hamba, "Ukhti, temen ana ada yang mau ta'aruf. Ukhti dah selesai kuliah, nggak usah capek-capek kerja, lebih baik nikah aja ya!"
Ya Rabbi, apakah diri ini memang sudah pantas untuk menyempurnakan iman? Padahal hamba ingin membahagiakan keluarga hamba, meringankan beban keluarga hamba, dan meningkatkan martabat serta derajat keluarga hamba.
Ya Rabbi, berilah petunjukMu, mudahkanlah segalanya tuk hamba. Hamba takut tidak bisa menjadi bidadari bagi suami hamba kelak, hamba takut tidak bisa menjaga emosi, hamba takut tidak bisa membahagiakannya.
Ya Rabbi, hanya satu harapan ini, dia bisa menerima hamba apa adanya, karena hamba jauh dari kesempurnaan yang mungkin ia harapkan. Saat ini saja, hamba masih jauh dariMu. Bagaimana mungkin ilmu agama hamba masih jauh dari sempurna, tapi hamba tetap akan berusaha memberikan yang terbaik kelak untuk dia dan keluarga hamba.
Ya Rabbi, hamba tidak meminta dia segagah Sulaiman, karena hamba tidak secantik Ratu Balqis. Hamba tidak mengharapkan dia setampan Yusuf, karena hamba tidak seindah Zulaikha. Hamba tidak mengharapkan dia seperti Ibrahim, karena diri hamba tidak sekuat Siti Hajar dan Siti Sarah. Hamba pun tidak mengharapkan ia sesempurna Rasullulah SAW, karena hamba sendiri tidak seistimewa Siti Khadijah. Dan hamba tahu, kesempurnaan itu hanya milikMu.
Ya Rabbi, jika diri ini memang bagian dari tulang rusuknya, maka satukan hati kami dalam naungan cintaMu, mudahkanlah semua untuk hamba, jauhkanlah hamba dari segala yang merintangi, dan lindungilah hamba dari godaan syaitan yang terkutuk.
Ya Rabbi, hamba ingin untuk segera menyempurnakan iman hamba ini, hamba ingin terjaga dari fitnah dunia, hamba ingin menjadi bidadari yang shalehah, dan hamba akan selalu belajar dan terus belajar untuk menjadi seorang istri yang shalehah, bidadari dari suami hamba kelak.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Iffa Lathifah sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.
jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan.
dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.