Ali Bin Abi Thalib : "Hati orang bodoh terdapat pada lidahnya, sedangkan lidah orang berakal terdapat pada hatinya."
Alamat Akun
http://gilang.kotasantri.com
Bergabung
6 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
-
Pekerjaan
Gilang Tresna adalah anggota FLP Jepang.
Tulisan Gilang Lainnya
Waktu Tak Akan Pernah Kembali
5 April 2009 pukul 18:30 WIB
Pelangi
Pelangi » Bingkai

Kamis, 14 Mei 2009 pukul 17:29 WIB

Lebih dari Sekadar Tissue

Penulis : Gilang Tresna

Hari yang melelahkan. Bukan lantaran setumpuk pakaian yang menagih untuk disetrika, melainkan karena hari itu aku merasa keteteran mengendalikan emosiku. Hujan yang mengguyur bumi Sapporo sedari pagi semakin mengelamkan suasana hatiku yang sudah berkabut. Rengekan si kecil yang baru saja sembuh dari panasnya terasa begitu mengorek-ngorek gendang telingaku. Duh Gusti, ampuni hambaMu, ya Rabbi, karena rengekan bocah yang dulu terdengar seperti lagu indah, kini tak ubahnya raungan sepeda motor yang jebol knalpotnya.

Senja menjelang, tak kudapati rona indah mentari yang pulang ke peraduannya. Langit semakin gelap, senja semakin basah. Kuhamparkan sehelai sajadah di ruang kamarku yang tak seberapa luas. Bocah tiga tahun yang seringkali ikut menunaikan shalat itu, kini hanya duduk bersila menghadapku, tepat di atas sajadah yang kugunakan. Tak terdengar lantunan Al-Fatihah dari bibirnya, pun tak kudapati tengadah telapak tangan mungilnya seperti yang biasa ia lakukan kala melantunkan bait-bait do'a seusai shalat.

Di luar sana, tetesan air hujan masih terus merintik, berpagut mesra dengan hawa dingin yang menyelinap masuk menerobos ventilasi jendela apartemenku. Dan aku tergugu di atas sajadahku. Resah berharap segumpal sesak kan terbuang di linangan air mata.

Jari jemari mungil menggengam erat tanganku. "Bunda… Bunda…" bocah bermata bening itu memanggilku. Tangannya beralih menyingkapkan mukena yang masih membalut tubuhku dan menanggalkannya perlahan-lahan. Diletakkannya mukena di pangkuanku dan sekelebat tubuh mungil itu berlari ke ruang keluarga. Bergegas ia kembali dengan sehelai tissue di tangannya. Tanpa berucap sepatah kata pun, disusutnya air mata yang menganak sungai di kedua pipiku. Aku terpana di tengah haru yang menyeruak. Kudekap erat tubuhnya, kuciumi wajah yang teramat kucintai itu. Segurat senyum terukir di bibirnya, saat kubisikkan seuntai kata terima kasih untuknya.

Senja itu kutemukan sebentuk kasih dan pengertian dalam sehelai tissue yang digenggam anakku. Terima kasih, cintaku…

"Alhamdulillaah, ya Rabbi…
telah Kau anugerahkan permata hati yang begitu indah.
Semoga keindahan pekerti dan kehalusan budi yang Kau hadirkan di jiwanya
takkan lekang ditelan waktu.
Amiin…"

*yang tercecer dari sebuah perjalanan*

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Gilang Tresna sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Ida Jubaidah | Guru
Terima kasih sudah diundang untuk memasuki KotaSantri.com. Blom apa-apa juga, perasaan mah udah betah.
KotaSantri.com © 2002 - 2023
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0365 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels