QS. Ali Imran : 3 : "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung. "
Alamat Akun
http://idaernawati.kotasantri.com
Bergabung
7 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Yogyakarta - DI Yogyakarta
Pekerjaan
PNS
Aku adalah muslimah biasa yang selalu merindukanNya..... : merindukan cintaNya... BerkahNya.. RahmatNya... HidayahNya... dan ingin berjumpa denganNya....
http://dhidaerna.multiply.com
Tulisan Ida Lainnya
Cinta itu Hanya dari Allah Semata
26 Maret 2009 pukul 18:11 WIB
Sudah Seminggu Ini Aku Tidak Makan
19 Maret 2009 pukul 17:01 WIB
Laki-laki Lebih Cepat Meninggal Dunia?
7 Maret 2009 pukul 18:22 WIB
Ketika Cinta Mengguncah Kalbuku
5 Maret 2009 pukul 19:43 WIB
Minggu yang Mendung, Semendung Hatiku
24 Februari 2009 pukul 05:22 WIB
Pelangi
Pelangi » Bingkai

Senin, 13 April 2009 pukul 17:34 WIB

Jika Ada Tawaran Cinta

Penulis : Ida Ernawati

Jika umur ini bisa diulang, diputar lagi bagai roda kehidupan, aku ingin menjadikan diriku bagian yang indah, bahagia dalam memaknai hidup, dalam berharap, berusaha, dan mendekat padaNya.

Jika aku boleh berharap, aku ingin selalu menjadikan Dia nomor satu dalam kehidupanku, tak kan kubiarkan siapa pun menjamah hatiku, karena Dia begitu istimewa bagiku.

Jika dunia ini bisa berbalik, yang menderita menjadi bahagia, yang bahagia menjadi menderita, aku tetap akan menjadi aku yang selalu merindukanNya. Aku tidak peduli aku ada di mana, aku di bawah, atau di atas di dalam kehidupan ini, karena yang aku inginkan adalah berada di sisiNya. Menjadi bagian yang dikasihiNya.

Jika banyak orang ketakutan akan kematian, atau tabu membicarakan kehidupan akhir, aku tidak akan mengikutinya, karena justru di sanalah aku bisa berjumpa denganNya. Kekasih yang selama ini kurindukan, yang telah menjadikan aku sebahagia ini dalam hidupku tatkala melampaui cobaan-cobaan, yang justru semakin mempertebal keyakinanku akan curahan kasih sayangNya. Aku sungguh merindukanNya.

Jika aku boleh memilih, aku ingin membiarkan diriku tetap menjadi aku yang bersahaja, tanpa neko-neko, tanpa dusta dan kecewa, karena dusta dan kecewa hanya menjerumuskanku pada tempat yang berjauhan denganNya. Aku tahu, itu hanya akan membuatku terluka. Aku tak bisa hidup tanpaNya. Karena Dia-lah yang menunjukkan jalanku, menjadi obor dalam hidupku. Dengan kecintaanNya, Dia jadikan aku manusia yang penuh semangat untuk menjadi manusia yang berguna.

Jika aku boleh berusaha, aku hanya ingin berlaku dengan petunjukNya dan diberi kekuatan olehNya dengan kebaikan dan RahmatNya yang pasti akan menjadikan aku lebih bercahaya dalam meniti kehidupan ini. Sungguh, tak ada satu pun yang bisa menandingiNya, karena Dia adalah segala-galaNya.

Jika ada tawaran cinta, aku tidak akan pernah menomorduakan Dia, karena Dia selalu berada pada tempat terindah dalam kehidupanku, karena cinta terhadap sesama hanya akan terjadi atas RidhaNya semata. Hanya Dia yang berhak menjadikan aku manusia penuh cinta kasih. Pada rasa yang senantiasa bergetar ketika mengingatNya, pada hati yang yang senantiasa mendo'a, pada titik terang jalan hidupku, pada pasrah yang luluh lantak menghilangkan semua keakuan dan kesombongan, yang membuatku terpuruk luruh bersujud di kakiNya. Dia yang menguasai kehidupan dan kematian, Dia yang menguasai semua makhluk, Dia yang mencintaiku tanpa pamrih, Dia yang selalu menolongku penuh kasih, Dia yang selalu kurindukan dengan segenap jiwa ragaku, Dia yang... Aku tidak bisa meluapkannya, biarlah Dia sendiri yang tahu kalau aku sangat membutuhkan dan merindukanNya.

http://dhidaerna.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Ida Ernawati sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Ida Jubaidah | Guru
Terima kasih sudah diundang untuk memasuki KotaSantri.com. Blom apa-apa juga, perasaan mah udah betah.

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0999 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels