QS. An-Nahl : 97 : "Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
Santri
Siti Ayu
Staf Admin
Surabaya
bambang
wiraswasta
jakarta
galih eka
Mahasiswa
Jakarta
Forum
Suara
Puspita : kebosanan terhadap sesuatu mulai melanda
Akhmad : “Kecintaan kepada Allah melingkupi hati, kecintaan ini membimbing hati dan bahkan merambah ke segala hal.” (Imam al-Ghazali)
Nia : rindu sama ksc dan teman2 ksc
Tulisan
Forum
Ta'aruf dan Pernikahan
Pernikahan merupakan gerbang menuju kehidupan suami isteri. Pernikahan yang sejalan dengan tuntunan sunnah akan menghasilkan kehidupan rumah tangga (suami-isteri) yang ideal. Tentunya, untuk menuju kehidupan suami-isteri yang ideal diperlukan persiapan matang yang sesuai dengan tuntunan sunnah Rasul.

Unsur terpenting yang harus dipenuhi sebelum mengarungi kehidupan suami isteri adalah motivasi pernikahan. Motivasi yang benar merupakan fondasi yang kokoh untuk membangun kehidupan rumah tangga. Motivasi pernikahan yang benar juga merupakan jaminan bagi keberhasilan hidup berumahtangga. Untuk itu, Islam telah menerangkan apa yang seharusnya memotivasi seseorang untuk melangsungkan kehidupan suami isteri.

Secara umum, seorang muslim tatkala melakukan perbuatan apapun harus diniatkan ikhlash karena Allah. Ini didasarkan pada firman Allah SWT, artinya, ‘
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam menjalankan agamanya yang lurus.” [al-Bayyinah:5]

Dalam sebuah hadits shahih telah dituturkan bahwa motivasi seseorang melakukan pernikahan ada empat perkara:
“Wanita itu dinikahi karena empat perkara, pertama, karena hartanya, kedua, karena keturunannya (kelas sosialnya), ketiga, karena kecantikannya, keempat, karena agamanya. Pilihlah olehmu, wanita yang beragama, niscaya kamu akan bahagia.’ [HR. Bukhari Muslim]

Hadits di atas telah menjelaskan kepada kita, bahwa motivasi pernikahan harus didasarkan pada prinsip ketaqwaan. Seorang muslim dan muslimat tidak diperkenankan melakukan pernikahan dengan motivasi selain mencari ridlo Allah SWT.
16 September 2011 pukul 19:44 WIB • 646 Klik • 0 TanggapanSuka
Nurliyanti dan Eno Karta Susana menyukai topik ini.
Untuk memberikan tanggapan, silahkan login terlebih dahulu.
agung sutrisno | PNS
Isinya bagus, ringan, gampang dibaca, dan menyentuh kehidupan sehari-hari. Keep on good works!!!

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1615 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels