Ali Bin Abi Thalib : "Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan, tapi ilmu bertambah apabila dibelanjakan."
Santri
akhiwiedz
mahasiswa
Surabaya
Syahril Arif
Karyawan swasta
Bekasi
Nursiti
Auditor
Jakarta Pusat
Forum
Suara
Azwar : 2021 siapa yang masih ada di KSC ? #senyum
Fahima : Kembali setelah sekian tahun...
Tulisan
Forum
Ta'aruf dan Pernikahan
Menikah adalah melaksanakan sunnah Rasul yang besar sekali hikmah dan pahalanya. Hal yang paling penting dalam pernikahan adalah terjadinya akad nikah. Bersamaan dengan ini, pernikahan juga perlu diumumkan agar diketahui oleh khalayak demi membedakannya dengan perzinahan sekaligus sebagai wujud syukur kepada Allah Swt. Pelaksanaan walimah ini hendaknya dilakukan sesuai dengan kemampuan. Namun, kecenderungan masyarkat kita adalah mengadakan walimah berupa pesta yang “wah” dan “besar”. Bagi orang yang belum cukup secara ekonomi, menjadikan pernikahan ditunda dan ditunda karena belum punya biaya untuk mengadakan pesta. Bagaimana pendapat teman-teman santri?
22 Februari 2011 pukul 09:11 WIB • 2301 Klik • 16 TanggapanSuka
Mujahid Alamaya
Pesta pernikahan itu tidak harus alias disesuaikan dengan kemampuan. Kalaupun mampu untuk mengadakan pesta, sebaiknya secara sederhana saja, supaya terhindar dari yang namanya mubadzir dan sia-sia.
Kalau saya sih lebih memilih akad saja, insya Allah sudah cukup.
22 Februari 2011 pukul 09:18 WIB
yantie
Menurut q sich setuju bgt dngan pendapat KD, klo pun hrs ada pesta sebaiknya sederhana saja, karena yg q tau ALLAH itu lebih menyukai keserdehanaan dlm hal pengeluaran ( bknkah? yg penting AKAD NYA aja)
22 Februari 2011 pukul 16:40 WIB
Danny Savitra
saya pikir antara ada dan tiada..artinya ya sesuai kemampuan..maaf bukannya ngga setuju..barang kali jika dimungkin (ada rejeki)..maka diacara inilah sanak saudara berkumpul....silaturahmi antar sauadara yang sudah lama tidak bertemu...yang penting ikhlas..tidak mengharapkan keuntungan dari si-tamu alias ampaw..hihihi...semoga keikhlasan itu mendapat ridho Allah swt..amien...
22 Februari 2011 pukul 20:21 WIB
Akhmad Muhaimin Azzet
Bang Mujahid: benar sekali, Bang, saya setuju jika yang paling penting adalah akadnya. Jangan sampai calon pengantin sudah siap tetapi ditunda dan ditunda hanya karena biaya pesta belum terpenuhi. Namun, sesederhana apa pun, walimah itu penting karena bernilai sebagai i’lan bagi khalayak. Dalam hal ini, bisa mengundang suadara dan tetangga (kanan-kiri, depan-belakang). Sekali lagi, meski acaranya sangat sederhana: hanya menyaksikan akad nikah, berdoa, lalu sekedar minum teh dan makan sepotong roti saja. Makasih ya, Bang, atas urun rembuk atau pendapatnya.
23 Februari 2011 pukul 08:50 WIB
Akhmad Muhaimin Azzet
Mbak Yantie: Benar sekali, Mbak, betapa kesederhanaan itu penting, meski bentuk kesederhaan bagi masing-masing orang itu berbeda sesuai dengan kemampuan. Satu hal yang mesti dihindari adalah mengada-ada demi menampilkan kemewahan, padahal harus berutang dahulu. Jika demikian, tentu sudah berpindah jalur dari tujuan semula, yakni menikah lalu/atau bersamaan dengan itu mengadakan walimah.
23 Februari 2011 pukul 08:51 WIB
Untuk memberikan tanggapan, silahkan login terlebih dahulu.
Hendi | Desain Grafis
Mari gabung di sini. Artikelnya bagus-bagus dan banyak hikmahnya.
KotaSantri.com © 2002 - 2021
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.5314 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels