HR. Ad-Dailami : "Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain."
Santri
Andri Supandri
Karyawan swasta
Jakarta
nicky yudhira
mahasiswa
palembang
Tatang Sutarno
karyawan swasta
Cilegon
Forum
Suara
Puspita : kebosanan terhadap sesuatu mulai melanda
Akhmad : “Kecintaan kepada Allah melingkupi hati, kecintaan ini membimbing hati dan bahkan merambah ke segala hal.” (Imam al-Ghazali)
Nia : rindu sama ksc dan teman2 ksc
Tulisan
Forum
Al-Qur'an dan Al-Hadits
Dalam sebuah hadits yang panjang, Rasulullah Saw. pernah ditanya oleh seorang lelaki—yang sesungguhnya adalah Malaikat Jibril—tentang islam, iman, ihsan, dan kiamat. Ketika ditanya tentang ihsan, Rasulullah Saw. menjawab:

“Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Namun, jika engkau tidak dapat (beribadah seolah-olah) melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihat engkau.” (HR. Muslim)

Puncak kebaikan atau ihsan adalah kesadaran seseorang di dalam beribadah kepada Allah Swt. seolah-olah melihat-Nya, namun jika tidak mampu melakukan demikian maka ia mempunyai kesadaran yang bersumber dari keyakinannya bahwa Allah Swt. senantiasa melihat dirinya. Seseorang bisa mencapai tahapan ihsan yang semacam ini apabila keislaman dan keimanannya telah benar-benar kuat berada dalam jiwanya. Sudah barang tentu, setiap orang beriman harus berupaya untuk mencapai maqam ihsan dalam beribadah kepada Allah Swt.

Saudaraku di KotaSantri rahimakumullah, bisakah kita mencapai puncak kebaikan yang bernama ihsan? Mari kita terus-menerus memperbaiki dan memacu diri.
27 Desember 2011 pukul 10:35 WIB • 486 Klik • 0 TanggapanSuka
Untuk memberikan tanggapan, silahkan login terlebih dahulu.
Nurjanah | Ibu Rumah Tangga
Subhanallah... Setelah gabung dengan KotaSantri.com, saya jadi ketagihan pengen berkirim salam dengan sahabat semua. Di samping tambah teman, juga makin tambah pengetahuan. Saran untuk ke depannya, yang Pelangi / Bilik lebih ditingkatkan lagi tema-temanya. Afwan jiddan. Jazakallah.

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1859 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels