Umar bin Abdul Aziz : "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika engkau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
Santri
mika kurniasih
wiraswasta
Bogor
m.rifqi
pelajar
jember
RizKy abdullah
mahasiswa
maros
Forum
Suara
Farhan : Ya Allah,, kangen tempat ini.. Kangen masa2 sekolah dulu.. :')
Naflah : bla bla bla..... ????????
Listyo : Assalamu'alaikum... Alhamdulillah, setelah bertahun-tahun tdk aktif, bisa buka kembali akun saya...
Tulisan
Forum
Al-Qur'an dan Al-Hadits
“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir” (QS 39 Az Zumar : 42)
Ayat di atas menggambarkan kepada kita bahwa ruh berpisah dari jasadnya sebanyak dua kali, yaitu :
1. Ketika seseorang meninggal dunia. Dalam kasus ini Allah menahan ruh orang yang meninggal dunia untuk tidak dikembalikan lagi ke jasadnya. Potongan ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa orang yang meninggal dunia tidak mungkin akan hidup lagi ke dunia.
2. Ketika seseorang dalam keadaan tidur. Seseorang ang sedang tidur ia tidak mempunyai ruh. Yang ada hanya jasadnya yang ditempeli hayat. Ia masih bisa bernafas tapi hidupnya ada di bawah alam sadar. Dan ruhnya akan dipertemukan kembali dengan jasadnya pada saat bangun tidur. Pada saat itulah kita dianjurkan untuk berdoa dengan membaca :

الحمد لله الذي احيانا بعد ما اماتنا و اليه النشور

“Segala puji bagi Alah yang telah menghidupkan kami (kembali) setelah (kami) dimatikan dan kepada-Nya (kami) kembali”.

Wallahu a’lam
3 September 2011 pukul 08:19 WIB • 1119 Klik • 0 TanggapanSuka
Muhammad Imran, Sugarda Setiabudi, dan salsabila menyukai topik ini.
Untuk memberikan tanggapan, silahkan login terlebih dahulu.
Ida Jubaidah | Guru
Terima kasih sudah diundang untuk memasuki KotaSantri.com. Blom apa-apa juga, perasaan mah udah betah.
KotaSantri.com © 2002 - 2018
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.2222 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels