HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
Santri
FanDi RezA
MaHaSiSwA
JeMbEr
ridwan
teknisi
bandung
Munan Nursyahid
Teacher
Pontianak
Forum
Suara
Fahima : Kembali setelah sekian tahun...
Aryanto : Assalamualaikum .....tes 1 2 3
Tulisan
Forum
Al-Qur'an dan Al-Hadits
“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir” (QS 39 Az Zumar : 42)
Ayat di atas menggambarkan kepada kita bahwa ruh berpisah dari jasadnya sebanyak dua kali, yaitu :
1. Ketika seseorang meninggal dunia. Dalam kasus ini Allah menahan ruh orang yang meninggal dunia untuk tidak dikembalikan lagi ke jasadnya. Potongan ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa orang yang meninggal dunia tidak mungkin akan hidup lagi ke dunia.
2. Ketika seseorang dalam keadaan tidur. Seseorang ang sedang tidur ia tidak mempunyai ruh. Yang ada hanya jasadnya yang ditempeli hayat. Ia masih bisa bernafas tapi hidupnya ada di bawah alam sadar. Dan ruhnya akan dipertemukan kembali dengan jasadnya pada saat bangun tidur. Pada saat itulah kita dianjurkan untuk berdoa dengan membaca :

الحمد لله الذي احيانا بعد ما اماتنا و اليه النشور

“Segala puji bagi Alah yang telah menghidupkan kami (kembali) setelah (kami) dimatikan dan kepada-Nya (kami) kembali”.

Wallahu a’lam
3 September 2011 pukul 08:19 WIB • 1211 Klik • 0 TanggapanSuka
Muhammad Imran, Sugarda Setiabudi, dan salsabila menyukai topik ini.
Untuk memberikan tanggapan, silahkan login terlebih dahulu.
al falamiy | pengajar
syukran for KSC, banyak ilmu yang dapat diambil dari KSC. teman KSC dari boyolali ada gak ya?
KotaSantri.com © 2002 - 2020
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1546 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels