Ali Bin Abi Thalib : "Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusan sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan kejahatan, dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya akan kehormatan dirinya."
Santri
moch.fahri soleh
masih belajar
jember
Agus Munandar
Mahasiswa
Magelang
Rahmad Syamsu
mahasiswa
Surabaya
Forum
Suara
Naflah : bla bla bla..... ????????
Listyo : Assalamu'alaikum... Alhamdulillah, setelah bertahun-tahun tdk aktif, bisa buka kembali akun saya...
Naflah : sunyi..sepi...
Tulisan
Forum
Al-Qur'an dan Al-Hadits
“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir” (QS 39 Az Zumar : 42)
Ayat di atas menggambarkan kepada kita bahwa ruh berpisah dari jasadnya sebanyak dua kali, yaitu :
1. Ketika seseorang meninggal dunia. Dalam kasus ini Allah menahan ruh orang yang meninggal dunia untuk tidak dikembalikan lagi ke jasadnya. Potongan ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa orang yang meninggal dunia tidak mungkin akan hidup lagi ke dunia.
2. Ketika seseorang dalam keadaan tidur. Seseorang ang sedang tidur ia tidak mempunyai ruh. Yang ada hanya jasadnya yang ditempeli hayat. Ia masih bisa bernafas tapi hidupnya ada di bawah alam sadar. Dan ruhnya akan dipertemukan kembali dengan jasadnya pada saat bangun tidur. Pada saat itulah kita dianjurkan untuk berdoa dengan membaca :

الحمد لله الذي احيانا بعد ما اماتنا و اليه النشور

“Segala puji bagi Alah yang telah menghidupkan kami (kembali) setelah (kami) dimatikan dan kepada-Nya (kami) kembali”.

Wallahu a’lam
3 September 2011 pukul 08:19 WIB • 1080 Klik • 0 TanggapanSuka
Muhammad Imran, Sugarda Setiabudi, dan salsabila menyukai topik ini.
Untuk memberikan tanggapan, silahkan login terlebih dahulu.
Anna Fathimah Zakaria | Staf Pengajar
Baru saya sadari, ternyata KotaSantri.com tidak saja memperluas silaturrahim saya dengan teman-teman dari berbagai daerah di seluruh Indonesia (dan mungkin juga luar Indonesia, insya Allah), tapi juga mendidik saya untuk berperilaku lebih baik dan lebih Islami lagi serta mengajarkan saya banyak pengetahuan. Subhanallah...
KotaSantri.com © 2002 - 2018
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.9031 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels