|
HR. At-Tirmidzi : "Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambil warisan tersebut, ia telah mengambil bagian yang banyak."
|
Oleh Nurul Hidayati
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM…
Segala puji semata milik Allah SWT, Tuhan jagat semesta serta segala isinya. Dia berfirman dalam Kitab-nya yang agung Al Qur’an, “Sesungguhnya telah ada pada diri rasul suri tauladan indah bagi orang yang memendam harap pada Allah dan hari kiamat dan banyak mengingat Allah” (QS. Al-Ahzab: 21). Semoga Rahmat Allah selamanya mengalir ke haribaan Sang pemimpin kita semua, Muhammad ibn ‘Abdullah, Rasulullah SAW. Dialah Rasul kemanusiaan. Dialah teladan hidup penuh ketakwaan dan kebahagiaan bagi seluruh umat manusia.
Siapapun yang mengenal Rasulullah SAW dengan sebenarnya akan tak berdaya untuk tidak mencintainya. Beliau mengundang dan menawan siapapun untuk mencintainya. Dan mencintainya adalah karunia yang luar biasa
Anas bin Malik RA mengisahkan, “Ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hari kiamat, “Kapankah kiamat datang?” Rasulullah SAW menjawab, “Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?” Orang itu menjawab, “Wahai Rasulullah, aku belum mempersiapkan shalat dan puasa yang banyak, hanya saja aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.” Maka Rasulullah SAW pun bersabda, “Seseorang (di hari kiamat) akan bersama orang yang dicintainya, dan engkau akan bersama yang engkau cintai.” (HR. Al-Bukhari]. Maka mencintai Rasulullah SAW adalah awal kebersamaan dengan beliau, tidak di dunia ini, namun kelak di akhirat. Rasulullah SAW mengumpulkan semua kebaikan para Rasul & Nabi. Sehingga Allah SWT pun menjadikannya sebagai kekasih utamanya. Dialah yang akan membuka pintu surga untuk pertama kalinya…
Kekuatan cinta terhadap Rasulullah SAW sangat terkait dengan kadar keimanan seorang Muslim. Ketika Iman meningkat, maka kecintaannya kepada baginda Rasulullah SAW juga meningkat. Mencintai Rasulullah SAW adalah suatu kepatuhan kepada Allah SWT dan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mencintai Rasulullah SAW adalah kewajiban dalam Islam.
Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah, salah seorang dari kalian tidak akan dianggap beriman hingga diriku lebih dia cintai dari pada orang tua, anaknya dan seluruh manusia.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dalam Al Qur’an disebutkan tentang keutamaan mencintai Nabi. “Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin ketimbang diri mereka sendiri (QS. Al-Ahzab; 6)
Mencintai Allah SWT dan Rasulullah SAW adalah hakikat iman yang paling sempurna. Itulah sebabnya kita bisa memahami mengapa kecintaan kepada Rasulullah SAW. menjadi salah satu asas ajaran Islam yang paling penting. Kalau kita mencintai Allah SWT dan ingin dikasihi Allah SWT, maka marilah kita mencintai Rasulullah SAW dengan mengikuti beliau
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Ali-Imran; 31)
Tapi kecintaan kita terhadap Rasulullah tidak akan lahir jika kita tidak mengenal beliau dengan baik. Dan untuk mengenal beliau dengan baik harus ada kesungguhan untuk membaca warisan yang ditinggalkannya, hadits-hadits yang menerangkan kesempurnaan pribadi Muhammad Rasulullah SAW.
Cinta kepada Rasulullah SAW memiliki implikasi yang sangat luas. Cinta kepada Rasulullah SAW adalah sebuah prinsip agama; keislaman seseorang juga ditegaskan dengan prinsip kecintaan ini. Cinta kepada Rasulullah SAW akan berimplikasi pada munculnya semangat untuk mengikuti sunnah dan meneladani akhlak beliau. Kecintaan kepada Rasulullah SAW menjadi simbol kebersamaan dan kesatuan umat Islam.
Meneladani Sunnah Rasulullah SAW harus diajarkan lewat pembinaan cinta kepada beliau. Jika kita mencintai beliau, maka secara otomatis kita akan meniru segenap tingkah laku beliau. Permulaan cinta adalah kenal. Tak kenal maka tak sayang. Kecintaan tumbuh karena kita mengenal. Untuk mengenal Rasulullah SAW kita harus memulai dengan membaca riwayat hidupnya, akhlak, dan perjuangannya. Sejarah Rasulullah SAW pasti menyimpan pelajaran-pelajaran yang sangat berharga, meskipun kita tidak harus mengukur kebesaran Rasulullah SAW hanya lewat sejarah beliau semata-mata. Data sejarah hanyalah sebuah deskripsi lahiriah, sedangkan keagungan Rasulullah justru ada pada kedudukan Ilahiyah-nya yang sangat tinggi di hadapan Allah SWT Bila kita tidak kenal Rasulullah, kita tidak akan menyenanginya.
Cinta memang laksana air mengalir yang memindahkan seluruh atribut sang kekasih kepada kita yang mencintainya. Maka mari kita jadikan Rasulullah SAW sebagai kekasih sejati kita.
Diambil dari berbagai Sumber
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---
jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan.
dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.