Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
Alamat Akun
http://usmanfirdaus.kotasantri.com
Bergabung
8 Februari 2010 pukul 23:53 WIB
Domisili
bekasi - jawa barat
Pekerjaan
karyawan
Catatan Usman Lainnya
MIMPI BESAR ITU FIRDAUS
1 Maret 2010 pukul 20:17 WIB
Catatan
Selasa, 1 Mei 2012 pukul 12:57 WIB
Taqdir

Oleh usman firdaus

Pernah suatu ketika saya mengikuti sebuah training, Materi training disampaikan disebuah masjid. Saat itu materi yang disampaikan adalah masalah taqdir. Karena peserta ternyata belumbegitu memahami bagaimana hakikat sebauh taqdir, mereka mengeluh kenapa mereka ada yang kaya, dan sebagian mereka ada yang miskin. Kemudian sang trainer duduk dengan bersila dan bertanya, “Apakah saya duduk seperti ini takdir?”, “Ya” jawab peserta. Kemudian sang trainer duduk diatas meja dan bertanya “Apakah saya duduk seperti ini takdir?”, “Ya” jawab peserta. Kemudian sang trainer berdiri sambil meletakan kakinya diatas meja yang agak pendek dan bertanya kembali “Apakah saya berdiri seperti ini takdir?”, “Ya” jawab peserta sambil penasaran.

“Jadi apakah boleh saya bilang bahwa takdir itu sebuah pilihan?, ketika saya ingin menjadi seorang yang baik maka saya memilih duduk sopan dengan bersila. Dan ketika saya ingin menjadi orang yang nakal, maka saya duduk diatas meja, ketika saya memilih menjadi orang yang menjengkelkan, maka saya berdiri sambil mengangkat kaki saya diatas meja. sedang kalian duduk bersila dibawah?”,”Iya sih..” jawab peserta yang mulai paham dari penjelasan sang trainer.

“Jadi takdir itu suatu hal yang sudah terjadi. Ketika saat ini anda menjadi sholeh, karena anda telah memilih yang telah diberikan oleh Allah untuk menjadi seorang yang sholeh. Dan sebaliknya, ketika anda menjadi berandalan.karena anda yang telah memilih takdir menjadi berandalan. Dan anda sudah diberikan pilihan dan petunjuk oleh Allah. Jalan manakah yang akan membawa kita ke neraka , dan jalan manakah yang yang membawa kita ke surge. Dan saat ini kita sudah memilihnya”

Sahabatku, mungkin sering terpintas dalam pikiran kita tentang peristiwa tersebut. Dan mungkin juga ada juga perbedaan dalam memahami hakekat suatu takdir. Akan tetapi yang jelas pastinya kita tidak megetahui bagaimana takdir kita besok (jangan percaya sama reg – reg ramalan yua….bisa bisa syirik kita..). kita hanya berusaha dan optimis untuk menjadikan takdir kita menjadi takdir yang baik. Karena Allah tidak akan merubah suatu kaum sebelum mereka merubahnya sendiri . jadi optimislah! Dan berusahalah untuk menjalani kehidupan ini dengan perbuatan dan amalan yang terbaik. Tentunya dengan mengharap ridho-Nya saja.

Wallahua’lam

Bagikan

--- 0 Komentar ---

Meyla Farid | Guru
Isinya sangat bagus dan bermanfaat. Site favoritku untuk saat ini. :)
KotaSantri.com © 2002 - 2023
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0261 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels