Umar bin Khattab : "Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata yang lemah lembut."
Alamat Akun
http://naurah_syaza.kotasantri.com
Bergabung
13 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Palembang - Sumatera Selatan
Pekerjaan
:)
Afwan… Ia tidak mengharapkan sedikit pun rasa kagum apalagi pujian atas setiap ucapan yang keluar dari lisannya ataupun tulisan -yang atas izin Allah- keluar dari perasaan dan pikirannya… Tidak… dan semoga tidak akan pernah… Insya Allah… Jika pun itu terjadi… Ia berharap engkau-lah saudara pertama yang mengingatkannya… Jika pun kau …
mujahidah.qonitat
jilbab_is_good
jilbab_is_good@yahoo.com
http://twitter.com/am_meeta
Catatan Yuli Lainnya
Ingin ku
21 November 2009 pukul 16:57 WIB
Aku Apa Adanya
17 November 2009 pukul 16:31 WIB
Catatan
Rabu, 25 November 2009 pukul 12:06 WIB
Jangan Tangisi Apa Yang Bukan Milikmu

Oleh Yuli Harmita

Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa
sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak
tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini
lelah berandai-andai ria. sungguh semua itu telah hadirkan
nelangsa yang begitu menggelora dalam jiwa.

Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa
masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih
ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majlis-majlis ilmu,
majelis-majelis dzikir yang akan mengantarkan pada ketentraman jiwa.

Hidup ini ibarat belantara.Tempat kita mengejar berbagai keinginan.
Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai
keinginan. Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti,
tidak setiap yang kita mau bisa tercapai. Dan tidak mudah menyadari
bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi. Banyak
orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak punya satu hukum: harus
sukses, harus bahagia atau harus-harus yang lain.

Betapa banyak orang yang sukses tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua
pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-
wenang. Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar.
Padahal dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa
yang memang bukan hak kita. Padahal hakekat kegagalan adalah tidak
terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita.

Apa yang memang menjadi jatah kita di dunia, entah itu Rizki,
jabatan, kedudukan pasti akan Allah sampaikan.Tetapi apa yang memang
bukan milik kita, ia tidak akan kita bisa miliki, meski ia nyaris
menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada
dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab(Lauh Mahfuzh)
sebelum Kami menciptakanya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah
mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu)supaya kamu jangan
berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan
terlalu gembira terhadap apa yang diberikaNya kepadamu. Dan Allah
tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS
Al-Hadid ;22-23)

Demikian juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh.Kadang kita tak
sadar mendikte Allah tentang jodoh kita,bukanya meminta yang terbaik
dalam istikharah kita tetapi benar-benar mendikte Allah: Pokoknya
harus dia Ya Allah harus dia, karena aku sangat mencintainya. Seakan
kita jadi yang menentukan segalanya, kita meminta dengan pakasa.Dan
akhirnya kalaupun Allah memberikanya maka tak selalu itu yang
terbaik. Bisa jadi Allah tak mengulurkanya tidak dengan kelembutan,
tapi melemparkanya dengan marah karena niat kita yang terkotori.

Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan ini dari Allah :

. Boleh jadi kalian membenci sesuatu,padahal ia amat baik bagi
kalian. Dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat
buruk bagi kalian.Allah Maha mengetahui kalian tidak mengetahui. (QS.
Al-Baqarah 216)

Maka setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa
berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu. Setelah ini harus
benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa perlu didunia ini
harus benar-benar perlu bila ada relevansinya dengan harapan kita
akan bahagia di akhirat. Karena seorang mukmin tidak hidup untuk
dunia tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya:
hidup di akhirat kelak!

Maka sudahlah, jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu!!!


Diambil dari

Bagikan

--- 1 Komentar ---

Fay Ahmed | Blogger
Senang sekali baca-baca di KotaSantri.com. Nambah pengalaman religius.
KotaSantri.com © 2002 - 2020
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0598 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels