Tazakka : "Perjuangan itu artinya berkorban, berkorban itu artinya terkorban. Janganlah gentar untuk berjuang, demi agama dan bangsa. Inilah jalan kita."
Alamat Akun
http://nafiadina.kotasantri.com
Bergabung
30 September 2010 pukul 03:38 WIB
Domisili
Jakarta Pusat - DKI Jakarta
Pekerjaan
Sahaya Alloh
Seorang muslimah yang mencintai Allah Azza wa Jalla sebagai Tuhannya,Rasulullah sebagai suri tauladannya,ayah-bunda sebagai permata jiwanya,saudara-saudari sebagai mutiara hatinya,sahabat-sahabat sebagai pelangi kehidupannya,dan saudara/saudari di jalan ALLOH sebagai kekuatan dakwah dijalanNYA..
http://nafiadina.multiply.com
fitrianinaa@yahoo.co.id
http://facebook.com/nafiadina
Catatan Nina Lainnya
catatan jiwa untuk CINTA-NYA
20 April 2011 pukul 16:18 WIB
MIMPI TERTINGGI JIWA
25 Februari 2011 pukul 11:12 WIB
Bahagiaku Di Wajah Peri-Peri Kecil
11 Oktober 2010 pukul 10:10 WIB
"..Aku Mau Jadi Guru Ngaji Kak.."
8 Oktober 2010 pukul 20:03 WIB
Di Atas Menara Cahaya , Menjemput Cinta
7 Oktober 2010 pukul 07:56 WIB
Catatan
Selasa, 13 September 2011 pukul 09:19 WIB
Hari yang Mumtaaz di rumah seribu malaikat

Oleh nina fitria

Hari yang Istimewa,
Hari yang indah, sangat indah..
Dalam jalinan ukhuwwah karena Alloh,
yang berhimpun hati-hati nan ikhlas berbagi,
dalam riang canda tawa dan manis senyuman peri-peri kecil,
yang meneduhkan jiwa, yang menghapus segala rasa letih yang menyapa raga,
yang lenyapkan segala duka lara, dan seketika melahirkan sejuta syukur,

Sejuta syukur bahwa Alloh memberikan kesempatan berharga pada diri ini,
untuk melembutkan rupa hati dengan berbagi kasih dan sayang
dengan saudara-saudaraku yang membutuhkan,
untuk belajar kian bersyukur bahwa sungguh Alloh memberi begitu banyak ni'mat
yang banyak di antara saudara-saudara kita yang tidak memilikinya,


ni'mat keindahan berbagi kebersamaan dengan orangtua tercinta......
ni'mat rezeki yang tercukupkan dan harus selalu disyukuri...

Sungguh Hari Yang Istimewa.....
Sebuah Torehan hari ukhuwwah yang amat berkesan, dan tak akan terlupakan....
Sebuah Kisah Mumtaaz, di Rumah seribu Malaikat "Amal Mulia"......

Hari ini menjadi hari yang diawali dengan hal Istimewa, karena merupakan hari kebersamaan dengan bunda tercinta, beberapa waktu sebelumnya aku memohonkan kesediaan beliau untuk menemani hadir di acara silahturahiim keluarga mumtaaz, yang direncanakan akan diadakan di salah satu yayasan panti asuhan, dan di pagi harinya aku dan bunda pergi terlebih dahulu untuk suatu keperluan dengan kakak bunda atau maktuo aku biasa menyapanya, setelahnya kami bergegas menuju masjid agung al-azhar, karena sahabat-sahabat mumtaaz berencana berkumpul terlebih dahulu ba'da ashar di al-azhar, tapi saat itu aku dan bunda tiba di al-azhar lebih awal, kami sampai pada waktu zhuhur, aku berfikir tidak apa datang lebih awal, dibandingkan menemui kesulitan jika hadir terlambat, berhubung aku juga tidak paham terkait lokasi kegiatan silahturahiim dan buka bersamanya....

Aku memandang wajah bunda selepas menunaikan sholat zhuhur, dan terlihat beliau cukup kelelahan, aku mempersilahkan beliau beristirahat dahulu jelang waktu ashar, sungguh berterimakasih sekali dengan bunda, yang tetap dengan semangat dan senang hati menemaniku untuk dapat hadir di silahturahiim yang entah mengapa sejak awal kurasakan sangat sayang untuk melewatkannya, seperti ada sebuah hal berharga yang akan sangat tersesali jika kulewati....
dan akhirnya kumemutuskan untuk memohonkan kesediaan orangtuaku menemaniku, agar aku memperoleh izin mengikuti acara silahturahiim mumtaz.. dan bunda, terimakasih telah membersamai anandamu di hari istimewa, dengan teman-teman dan saudara saudara cilik istimewa yang kian istimewa bersamamu :)

Sesampainya di lokasi silahturahiim dan buka bersama, aku menemukan beberapa saudari-saudari mumtaaz ku yang sedang mempersiapkan acara dan beberapa diantaranya sedang meracik minuman untuk berbuka, yang dari kejauhan saja sudah dapat terbayangkan rasanya yang Mumtaaz,hehe. Aku menyapa dan menebar salam pada saudari-saudariku dan kemudian menemani bunda mencari tempat untuk duduk di salah satu sudut ruangan....

Aku memperhatikan ke penjuru ruangan, dan termanjakan dengan pemandangan yang meneduhkan, terlihat beberapa adik cilik berlalu lalang di tengah ruangan, ada yang sangat khusyu' di depan televisi (aku sempat iseng menebak jangan jangan sedang khusyu' menunggu tayangan adzan maghrib,hehe) , ada yang sedang melingkar bersama sembari bercerita, dan beragam aktivitas lainnya dan saat itu menjalar sejumput rasa haru di saat memandangi mereka, betapa di tengah keadaan mereka yang berada dalam keterbatasan penghidupan, dalam keadaan kehilangan tanpa orangtua, namun tetap terpancar wajah wajah berbinar harapan, dalam canda itu, dalam senyum itu, dalam keceriaan yang tak hilang menghias wajah-wajah mereka, dan aku sungguh bersyukur berkesempatan melangkahkan kedua kaki ini ke dalam rumah yang Alloh sangat sukai dan Alloh amat cintai penghuninya...

”Rumah yang paling disukai Allah adalah rumah yang didalamnya ada anak yatim yang dimuliakan” (HR.Baihaqi)

Di langkah pertama saat kumemasuki rumah ini, menelusup halus ketenangan hati yang tidak mampu terlukis kata, dia hanya mampu dirasa, begitu dalam menyejuk jiwa....

Tidak lama kemudian aku menghampiri sekelompok adik-adik perempuan yang sedang bercengkerama, kemudian aku menyapa mereka dan menanyakan perihal nama, aktivitas, dilanjutkan berbagi cerita yang berwarnakan canda tawa, ada si cantik wiwi, si pemalu pinkan, si tegas fatimah, dan si geulis neng ummi, dikelilingi mereka membuat hatiku berbinar cahaya, bahagia.

Mereka juga tidak mau kalah memberondongku dengan pertanyaan, dari namaku, aktivitasku, dan hal-hal lainnya yang membuatku semakin bersemangat berbagi cerita dengan mereka, berbagi semangat, dan meyakinkan bahwa mereka dapat menjadi sumber kebahagiaan bagi kedua orangtua, meski mereka sudah tiada, mereka dapat menjadi anak yang cerdas dan sholihah, yang dapat memberi manfaat untuk ummat dan menghantar doa tak henti yang insya Alloh kan diijabahNYA atas orangtua yang mereka kasihi....

Dan lihat, mereka menyambutnya dengan anggukan semangat dan senyuman optimis, Subhanalloh, mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya diri inilah yang mendapat transfer energi dari kehadiran mereka, transfer energi kasih sayang, kesederhanaan, ketulusan, keyakinan, harapan, kesyukuran, dan berbagai sumber energi yang memperkaya khazanah jiwa.......

Tahukah adik adikku sayang, aku selalu mudah jatuh cinta dengan kalian, dan selalu rindu berada dekat dengan kalian, adik-adik yang memiliki magnet kasih yang sangat indah, dan merupakan golongan ummat yang sangat dicintai Baginda Rasulullah.....

Hari ini sungguh istimewa, aku menahan bendungan di batas bola mata, saat kembali menyaksikan kebersamaan yang begitu indah tergerai, di tengah keluarga Mumtaaz, keluarga yang aku sangat syukuri sekali menjadi bagian darinya, keluarga yang menjadi pelangi bagi kehidupanku, keluarga yang selalu kurindu, keluarga yang terdiri dari orang-orang yang istimewa, sahabat sahabat ku yang begitu rindu Cahaya Ilahi, yang amat bersemangat meniti jalan kemuliaan ilmu dan kasih sayang-Nya, begitu peka dengan kondisi sosial, begitu solid dalam berukhuwwah...

Jika boleh mengutip lirik lagu baru the mumtaaz (kumpulan sahabat mumtaaz yang memiliki suara yang indah dan berbakat di dunia musik), MUMTAAZ = " Kau Yang Teristimewa...",
dan hal ini sangat saya rasakan, keistimewaan menjadi bagian keluarga yang sangat istimewa, because we are big family :) karena kami (insya Alloh) adalah Para Pecinta Alloh, Pecinta Rasulullah, Pecinta Syurga..........

Dan keistimewaan mumtaaz kembali terlihat, dengan inisiatif sebuah acara silahturahiim yang istimewa ini, dalam segala keterbatasan waktu persiapan, subhanalloh kegiatan ini tetap berjalan dengan sangat berkesan, dan insya Alloh memberikan bingkisan hati yang amat bermakna bagi tiap-tiap anggota keluarga mumtaaz.....

Kami bermaksud menghibur adik adik yatim amal-mulia dengan rangkaian games menarik, tapi bukankah pada kenyataanya mereka yang menghibur hati kita?

Kami bermaksud berbagi kebahagiaan dengan mereka dengan berbagi sebahagaian rezeki yang telah dititipkan berbagai pihak yang semoga ALLOH merahmatinya, tapi bukankan pada kenyataanya kita yang jauh lebih berbahagia melihat senyum bahagia mereka?

Bukankah kita mendapat banyak, lebih dari apa yang pernah kita bayangkan?
Subhanalloh, itu karena kita berinteraksi dengan malaikat-malaikat kecil dunia yang dicintaiNya, yang tiada sia-sia sedikitpun dari detik waktu yang kita sisihkan bersama mereka, karena sungguh kitalah yang mendapat "banyak hal" dari kalian, duhai penghuni Rumah seribu malaikat.............

Aksi Adik tampan dhani dan si cantik karin, tentunya tidak akan mampu terlupakan, lihat di tengah kekurangan mereka berdua yang mengalami keterbatasan mental (tuna grahita), mereka tetap bersemangat menghibur kami, menunjukkan keahlian mereka, yakni membuat orang disekitarnya BAHAGIA, mereka terbata bata menyanyi, bahkan jika boleh jujur, suara mereka pun jauh dari jelas membentuk kata yang dapat dipahami, tapi adik adikku, senandung kalian menyentuh lembut rupa hati, dan membuatnya tenggelam dalam sungai keharuan, di tengah keterbatasan kalian, insya Alloh, Alloh telah menitipkan hal luar biasa bagi kalian, adik adik istimewa ku....

berbahagia saat memandang pecahnya tawa riang dalam serunya kebersamaan mengikuti rangkaian permainan yang dipandu dua sahabat mumtaaz ku, ukhti dwi dan akhi oki, yang sore itu sangat digemari adik adik cilik kita, terlebih di saat saat pembagian doorprize,hehe. Dan tidak ketinggalan pula kebahagiaan yang bertambah dikarenakan tiap moment diabadikan oleh spesialis fotografer mumtaaz, ukhti tataku nan sholihah jelita ^_^

Saat permainan-permainan seru berlangsung, aku berdiri disamping seorang nenek yang terlihat amat senja usianya, beliau sepertinya salah satu penghuni yayasan amal mulia,yang juga menampung dan melayani para lansia ,beliau duduk di kursi di sebelahku, aku menemaninya, dan berbincang dengan beliau, beliau terlihat sesekali tersenyum dan tertawa melihat kumpulan adik adik dan kakak kakak mumtaaz yang sedang seru bermain bersama, kutanyakan kesan beliau di acara tersebut, dan subhanalloh, hatiku terenyuh sekali, benar benar tak mampu menahan airmata, beliau menyampaikan rasa senang dan bahagianya atas kehadiran keluarga mumtaaz, berkali-kali mengucap terimakasih, dan tampak jelas genangan airmata membayang di pelupuk matanya, aku mengenggam tangan beliau dan menyampaikan bahwa kamilah yang sangat berterimakasih sudah diperkenankan hadir di tempat mereka...

Aku sangat merasakan, betapa beliau sangat senang melihat kehadiran kami saat itu, yang meramaikan Rumah "amal mulia", beliau pasti amat rindu pula berkumpul dengan keluarganya, anak dan cucunya, hingga membuatnya merasa amat bahagia,di saat ada yang berkenan bersilahturahiim dan menghibur dan berbagi dengan mereka....

Aku melihat saat berbuka, beliau terpaku, memandangi arah riuh canda tawa adik adik yang sedang berbuka puasa, airmata itu sudah nyaris tertumpah dari wajahnya, ya Alloh ya Robbana, melihatnya sungguh membuat hatiku bergetar, kudekati beliau dan kuambil makanan berbuka di dekatnya, yang belum tersentuh olehnya, kubukakan dan perlahan kusuapi minuman berbuka padanya, saat itu aku benar-benar merasakan keharuan yang mendalam, semoga Alloh senantiasa mencintaimu ,doaku untuknya....

Ternyata sungguh benar, bahwa berbagi tidak pernah mengurangi apa yang kita miliki, bahkan menambah "harta" tak bernilai lainnya, yang tak terukur mata uang dunia, yang Alloh pun sudah janjikan keberlipatan gantinya, sebuah ganjaran bagi hamba-hamba NYA yang ikhlas memberi....


Hari kebersamaan mumtaaz di rumah seribu malaikat, membuat azzamku semakin meneguh, untuk kelak aku akan hidup di tengah tengah mereka, melakukan yang terbaik untuk mendukung segala cita mereka, memotivasi dan menghidupkan pohon-pohon harapan di jiwa mereka, menyuburkannya dan membantu mewujudkannya, agar mereka tumbuh menjadi generasi Robbani, generasi harapan islam, generasi yang akan teguh kibarkan bendera tauhid, yang di tangannya ISLAM akan kembali bangkit, karenanya mereka membutuhkan uluran tangan kita, dukungan hati kita, bantuan materil, moril, skill, dan terutama membekali dengan ilmu agama yang mengokohkan bangunan keimanan mereka....

Dan aku bahagia sekali, jika kelak dengan saudara saudariku, dengan sahabat- sahabat ku yang Mumtaaz, Harapan mulia menjadi sebaik-baik manusia dapat terwujud, yakni manusia yang bermanfaat, dan kita dapat membangun bersama Rumah kita dan mereka, Rumah "MUMTAAZ", Rumah seribu malaikat........

rumah yang di dalamnya kita berbagi apa yang kita miliki sebagai karunia yang Alloh lebihkan atas kita, kita membina adik-adik yang merupakan benih-benih kejayaan ummat, kita iringi perjuangan mereka menuntut ilmu menggapai cita, dan kita berlomba-lomba dalam kebaikan, untuk menjadi hamba Alloh yang istimewa, yang akan semakin istimewa dimata-Nya, insya Alloh...

Dekat dengan mereka (anak yatim), adalah dekat dengan syurga dunia, dan syurga akhirat, insya Alloh....

“Aku dan pengasuh anak yatim [kelak] di surga seperti dua jari ini” [HR. Bukhari]
(saat mengucapkan kalimat itu, Rasulullah menunjuk jari telunjuk dan jari tengah sembari merapatkan keduanya).

Dalam satu riwayat Nabi SAW menegaskan : “Barang siapa diantara kaum muslimin yang menaggung makan dan minum anak yatim, maka Allah akan memberikan kecukupan penghidupan baginya, serta mengharuskan dia masuk surga kecuali bila dia melakukan dosa yang tidak terampuni”. (HR. Turmudzi)


dekat dengan mereka menjadikkan kita hamba Alloh yang berperangai lembut nan mulia dan mencukupi kehidupan kita dengan karuniaNya, insya Alloh........

"Ada seorang laki-laki yang datang kepada nabi shollallohu 'alaihi wa sallam mengeluhkan kekerasan hatinya. Nabipun bertanya : sukakah kamu, jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi ? Kasihilah anak yatim, usaplah mukanya, dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi." [HR Thobroni, Targhib, Al Albaniy : 254]

bertahmid hati ini, dengan sejuta syukur mengalun syahdu,
Hingga penutup hari, ku terbalut sejuta bahagia, ku terbenam dalam airmata kesyukuran,
tenggelam dalam ketenteraman tak hingga,
hingga saat terjaga di keesokan harinya, senyum terurai sempurna di setiap detik membayang kebersamaan nan indah, di hari ISTIMEWA, dengan sahabat yang ISTIMEWA, dengan adik-adik yang ISTIMEWA, dirumah seribu malaikat, yang tak akan terlupa.......


Alhamdulillahiladzi bi'ni'matihi tatimussholihat.....
Segala Puji bagiMU ya Alloh, duhai Pemilik segala keagungan,kebesaran, kemuliaan, kasih dan sayang, yang senantiasa menjadikan segala ni'mat menjadi sempurna......


*untuk yang teristimewa "Mumtaaz Family"
keluarga tercintaku....
(17 Ramadhan 1432 H)

Bagikan

--- 0 Komentar ---

Cybi Newsletter | Buletin Bulanan
Situs ini berisi berbagai tulisan menarik yang bernuansa anak muda. Walau demikian, situs ini tetap dapat memberikan siraman rohani dan memperkaya wawasan Anda, ketika membaca dan menekuninya.
KotaSantri.com © 2002 - 2021
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.4930 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels