Ibn. Athaillah : "Di antara tanda keberhasilan pada akhir perjuangan adalah berserah diri kepada Allah sejak permulaan "
Alamat Akun
http://nafiadina.kotasantri.com
Bergabung
30 September 2010 pukul 03:38 WIB
Domisili
Jakarta Pusat - DKI Jakarta
Pekerjaan
Sahaya Alloh
Seorang muslimah yang mencintai Allah Azza wa Jalla sebagai Tuhannya,Rasulullah sebagai suri tauladannya,ayah-bunda sebagai permata jiwanya,saudara-saudari sebagai mutiara hatinya,sahabat-sahabat sebagai pelangi kehidupannya,dan saudara/saudari di jalan ALLOH sebagai kekuatan dakwah dijalanNYA..
http://nafiadina.multiply.com
fitrianinaa@yahoo.co.id
http://facebook.com/nafiadina
Catatan Nina Lainnya
Catatan
Jum'at, 8 Oktober 2010 pukul 20:03 WIB
"..Aku Mau Jadi Guru Ngaji Kak.."

Oleh nina fitria

wajahku menatap ke dalam gedung yang terhalang tiang-tiang gerbang yang melampaui tinggi ukuran badan orang dewasa,
sembari seksama mencari-cari wajah saudariku yang telah lebih dulu sampai disana,
terlihat dari kejauhan semarak kebahagiaan dari pintu di gedung yang sangat familiar untukku, gedung serbaguna yang terletak tepat bersebelahan dengan sekolah SMA ku dulu, tempat yang terbingkai berjuta kenangan....

tampak ramai khalayak di depan gedung itu, para tamu banyak yang berkumpul di dekat meja-meja yang di susun rapi di dekat pintu masuk, aku mengulum senyuman, menyadari bahwa terdapat walimah di dalam sana, semoga barokah Alloh bagi yang berbahagia di sana, bathinku...

aku sesekali memerhati telepon genggamku, sambil memeriksa mungkin saudariku mengirim pesan singkat dan menjelaskan posisi tepatnya berada sekarang, tapi tiba-tiba saja telepon genggam ku mati total, masya Alloh ternyata baterai nya habis, aku sempat bingung bagaimana menemukan saudariku, hari ini aku memiliki janji bertemu di depan gedung sekolah SMA kami dulu ini, untuk pergi bersama menuju walimatul ursy sahabat kami,

alhamdulillah, tak lama kemudian ku berhasil menemukan saudariku, dengan balutan baju terusan panjang berwarna merah muda, dan jilbab senada membalut nya, ia tampak manis, kata nya dia ingin ingin tampak lebih feminim dan cantik di akhir pekan, dikarenakan di hari kerjanya ia selalu berkostum "maskulin ", dikarenakan tuntutan pekerjaan yang lebih banyak beraktivitas di lapangan, hehehe ada-ada saja saudariku...

tapi menurutku, ukhtiku, kamu akan selalu tampak cantik sayang, karena aura kecantikan terlahir dari hati yang bercahayakan iman, dari keanggunan akhlaq...
semoga ukhtiku selalu bertambah cantik (meskipun lagi maskulin,hehe) :)

sesaat setelah saling bertemu, kami saling menebar salam penuh kerinduan, dan saling berbagi cerita penuh hikmah, berbagi semangat dalam kebaikan. kami menunggu satu lagi teman kami yang memberi kabar masih berada di perjalanan, tak lama kami menunggu, saudari kami pun terlihat dari kejauhan melambai-lambai tangan ke arah kami.... kami pun menyambutnya dengan senyuman..

perjalanan bertiga kami di hari itu, sangat berkesan, di awali dari pencarian alamat saudari kami yang akan melangsungkan akad pagi itu, kami ditemani bapak pengemudi taksi yang baik hati, berputar-putar bersama di daerah yang kami pun kompak kurang familiar, dan akhirnya berkat bantuan pak pengemudi dan warga yang kami hampiri di pinggir jalan hingga beberapa kali, kami pun sampai di alamat tujuan, saat melihat janur yang tinggi dengan warna kuning yang khas menggambarkan adanya walimah dan potongan kertas cukup besar yang tertulis nama saudari kami, kami serempak mengucap, Alhamdulillah, petualangan dengan pak pengemudi berakhir juga...

kami hadir sebelum prosesi akad dimulai, aku memperhatikan kesibukan beberapa orang yang hilir mudik menyiapkan acara, entah begitu saja muncul sejumput rasa di dalam hati ini, atau lebih tepat jika kukatakan sebagai harapan, doa, semoga Alloh sampaikan usiaku, hingga ku menggenapkan ibadah yang bertabur berkah ini, ya di hari yang akan menjadi awal lembaran baru kehidupan, yang pula menjadi awal perjuangan di dalam upaya merengkuh cinta ILAHI, ku ingin mengutip kata-kata ukhtiku yang akrab kusapa teteh di masa tarbiyah di kampus di salahsatu goresannya selepas beliau meenjalin ikatan suci bersama imam nya saat ini, beliau menuliskan, "bukan sekedar bahagia, tapi berjuang menuju syurga.." Subhanalloh.....

ini selaras sekali dengan ungkapan indah,

"Kehidupan rumah tangga adalah 'hayatul amal'. Ia diwarnai oleh beban-beban dan kewajiban. Landasan kehidupan rumah tangga bukan semata kesenangan dan romantika, melainkan tolong-menolong dalam memikul beban kehidupan dan beban dakwah..."
-Imam Syahid Hassan Al-Banna-

Alhamdulillah Prosesi suci saudari kami hari itu berjalan lancar dan insya Alloh penuh keberkahan,
hari yang membuatku mengulum banyak senyuman, senyuman yang terurai kala menatap wajah bahagia kedua insan berbahagia, aku banyak berdoa, berdoa untuk kedua belah pihak yang berbahagia, untuk waktu bahagia merayakan cinta untukku kelak, dan untuk setiap hati yang mendamba keberkahan pernikahannya kelak, yang kini berteguh menjaga kesucian hatinya, dan menitipkan sepenuhnya segenap rasa pada Maha Penggenggam Jiwa....
hingga kan berlabuh di dalam jalinan yang halal dan berkah.....

dan satu hal lainya yang amat berkesan di hari bahagia saudariku tersebut, adalah bertemunya diriku dengan dua peri kecil nan cantik dan menggemaskan, kesan pertama melihat kedua wajah peri ini sangat unik, keduanya dengan santun dan keceriaan khas kanak-kanak menyalami ku dan saudari-saudariku, serta tamu lain yang berada di dekat kami pula, dan yang mengundang tawa ku adalah saat mereka tidak hanya sekali menyalami kami semua, namun BERKALI-KALI, setiap mereka selesai menyalami lingkaran tamu, maka mereka akan berputar kembali, dan menyalami kami satu persatu, bahkan ada salah satu ukhti di hadapanku yang sedang menyantap makanan, harus menjadi kewalahan mengulurkan tangannya yang juga digunakan untk menyendok makanan dihadapannya, subhanalloh, tingkah polah yang membuatku sangat tertawan hati dengan kedua gadis cilik ini...

mereka sungguh polos dan ceriwis, saat mereka menghampiriku, ku ajak mereka berbincang-bincang, dari membicarakan sekolah mereka, hobby mereka, dan banyak hal lainnya, mereka bercerita denga sangat antusias, aku pun terkagum kagum dengan celotehan lugas mereka, yang dari perbincangan itu kuketahui gadis cilik yang tampak lebih tinggi dari yang satunya bernama Risma, dan cilik kedua bernama opie.

Salahsatu cerita yang berkesan saat bersama mereka adalah ketika kumenanyakan cita-cita mereka...

Risma dengan wajah berbinar-binar dan tegas mengatakan ingin menjadi Dokter, Subhanalloh, bahkan mereka sudah merajut mimpi di usia yang amat kecil, aku memberi motivasi padanya, untuk kelak menjadi seorang dokter yang sholihah dan pandai yang senang menolong siapa saja yang membutuhkan pertolongan, dan dia mengamini dengan mengembangkan senyuman manisnya, ketulusan wajah peri dihadapku ini membuat ku terpesona.....

saat ku ganti menanyakan hal yang sama kepada opie yang lebih muda usia nya dari risma, opie memberikan jawaban yang mengagumkan hatiku, setelah beberapa kali ku tebak cita-citanya dengan beberapa profesi favorit kebanyakan anak-anak, opie langsung menggeleng keras,

" Bukan kak, bukan, Aku Mau Jadi Guru Ngaji...."....

aku tertegun mendengar jawaban yang meluncur dari bibir mungil peri kecil di pangkuanku ini, dia baru kelas 2 SD, usianya baru sekitar lima tahun, tapi, ya Alloh, dari kepolosan jawabannya, aku merasakan tetesan embun yang menyejukkan, sungguh aku berharap rahmat Alloh selalu atas mu adikku sayang.......

tak lama adzan penanda masuk waktu zhuhur berkumandang, aku mengingatkan mereka untuk sholat zhuhur, dan dengan semangat luar biasa mereka langsung bergerak serentak berhamburan ke tempat berwudhu di rumahNYA..... selang beberapa waktu ku dapat melihat mereka sibuk mengambil perlengkapan sholat mereka, bola-bola mataku mengembun...
membendung hadir di pelupuk mata..... ya Aloh semoga kelak mereka menjadi Pejuang di atas jalanMU....

aku pun bersiap tuk menunaikan sholat saat itu, dan aku meminta izin untuk sholat di rumah tetanggasaudariku yang baru saja akad, dikarenakan tidak ingin merepotkan saudariku yang sedang cukup disibukkan dengan para tamu dan acara yang berlangsung.. aku pun izin sholat di rumah opie dan risma, mereka menarik-narikku lembut, dan menawarkan ku untuk sholat di kamar mereka, dengan alunan manja mereka, aku pun menyerah kalau sudah di bujuk rayu seperti itu...

saat memasuki kamar mereka, yang meski tidak terlalu lapang namun bersih dan menentramkan, aku sempat menanyakan perihal orangtua mereka, dan mereka memberitahu orabgtuanya sedang bekerja...

lalu opie dengan penuh semangat memberitahuku satu hal, yang membuatku tersentak....

" Adik Opie ganteng lohh kah, masih kecil tapi gemuk, namanya bagus sekali, Fakri Hidayat..."
wajahnya bereri-seri menceritakan perihal adik kesayangannya...

" Tapi adik Fakri sudah meninggal ka...." sontak ku terkejut, rasa kesedihan menjalari jiwa ku, tak terpungkiri, terlebih saat memandang gadis cilik yang menceritakannya tetap dengan bias wajah penuh senyuman, ya Alloh mereka sungguh berhati malaikat, yang lebih kuat merasakan kebahagiaan bahkan untuk hal yang bagi orang-orang dewasa merupakan penyayat jiwa, dia tetap lebih kuat merasakan dan menanam bahagia dan kebersamaan dengan adiknya yang telah pergi untuk selamanya.....


aku meninggalkan cengkerama singkat kami untuk bergegas menunaikan sholat, di dalam sujud kuselipkan sebingkai doa untuk adk-adik yang baru kukenal ini, yang entah mengapa seakan sudah lama dan dekat sekali denganku, semoga keberkahan dan kebahagiaan selalu atas mereka dan keluarga mereka... Alahumma aamiin...

selesai sholat aku tidak melihat mereka di dalam kamar, padahal ku yakin mereka ada di belakangku sejak awal sholat tadi, yang kutemukan adalah seperti timbunan yang tertutup selimut dan dapat bergerak-gerak, dan aku pun menahan tawa, aku pun menyergap dan memeluk mereka, dan tawa kami pun pecah mewarnai ruangan....

saat aku ingin pamit, kumelihat air muka keduanya berangsur mendung, ,..
" kakak mau pulang?" tanya risma terbata...
" Kakak jangan pulang..." sambung opie dengan suara mulai parau,...
aku pun menjadi sedih dan berat meninggalkan mereka..
ku membelai kedua nya, kutatap mereka,

"Insya Alloh jika kakak luang kakak akan silahturahiim ke tempat risma dan opi lagi ya sayang, boleh tidak???..."

"benar ya kak??boleh-boleh-boleh" ...jawab opie semangat dan mulai ceria kembali..
dan mereka pun menghantar ku dan saudari-saudariku pulang hingga di depan pintu, dan lagi BERSALAMAN (sepertinya hobi mereka, hobi yang baik sekali yaa)

belum jauh aku meninggalkan mereka, aku sudah mulai rindu bersilahturahiim kembali dengan keduanya...
aku berniat, insya Alloh akan kembali menemui mereka, aku ingin kembali banya "belajar" dengan mereka, di dalam sekolah "ketulusan" dan "keceriaan" yang tanpa sadar mereka berikan padaku...

Hari yang berkesan sekali, di awali dengan silahturahiim dengan saudari-saudariku, keberkahan pernikahan, dan silahturahiim dengan peri-peri kecil...

dan kepulangan kami pun berteman keberkahan air langit yang deras membasahi bumi.....
kesejukkan pun menyapa raga, menyusup hingga ke jiwa....
Ya Alloh segala puji bagi MU, atas setiap hikmah yang mengalir di dalam setiap lembaran hari....
yang mengingatkan ku akan kebesaran MU....

Alhamdulillah.....

Bagikan

--- 0 Komentar ---

Mundzakir | Teknisi Printer
Wah, udah beberapa tahun ane gak masuk KSC, sampe lupa account lama, akhirnya buat lagi. Tapi sekarang fasilitasnya dahsyat.
KotaSantri.com © 2002 - 2021
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0432 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels