QS. Al-Hujuraat : 13 : "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
Alamat Akun
http://nadia_aslima.kotasantri.com
Bergabung
4 Mei 2009 pukul 00:01 WIB
Domisili
Padang - Sumatera Barat
Pekerjaan
pendidik dan pengajar
Nama aslinya Widia Febriyeni. Seorang muslimah yang menyukai dunia kata dan ingin menekuninya. Saat ini aktif mengikuti penulisan buku antologi di FB. Tumbuhkan hikmah dengan menulis, petiklah hikmah dengan membaca!
http://nadiaaslima.wordpress.com
nadiaaslima@yahoo.co.id
http://facebook.com/widia.aslima
Catatan Widia Lainnya
Sepenggal catatan Untuk Sang Guru
25 November 2012 pukul 17:28 WIB
Catatan
Selasa, 20 November 2012 pukul 05:57 WIB
Ku Mulai Hidup Baru Dengan Semangatmu

Oleh Widia Aslima

Apa pandanganmu tentang hidup yang telah kau jalani? apakah hidupmu begitu-begitu saja? Detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun pun berlalu. Namun apa yang tersisa dari semua itu? Sudah berartikah hidup yang kau jalani? Sudah puaskah engkau dengan apa yang kau peroleh selama hembusan nafasmu?

Lalu manakah yang banyak kau lakukan, apakah kebaikan atau keburukan? Perubahan apa yang telah terjadi pada dirimu? Apakah perubahan yang membuat dirimu semakin baik di mata-Nya atau malah sebaliknya kau terjun ke lembah kenistaaan setelah berjuang menggapai puncak kemuliaan? Pertanyaan-pertanyaan ini selalu muncul ketika ku lihat potret diri.

Tahun baru seperti saat ini adalah salah satu momen spesial bagi kita untuk memuhasabah diri. Waktu spesial untuk kembali memperbaharui planning hidup. Mengevaluasi dan merevisinya serta memperbaharui kontrak perjanjian dengan diri dan hati nurani. Selanjutnya, untuk menjadi pribadi yang senantiasa makin baik dunia akhirat, Hijrah adalah jawabannya.

Alkisah, perlawanan kaum Quraisy yang semakin gencar dan penyiksaan yang semakin kejam terhadap pengikut-pengikut Rasulullah memaksa beliau memutuskan untuk hijrah ke Madinah. Kaum muslimin selalu dimusuhi. Rasulullah pun melihat Islam tidak berkembang di Makkah. Bertahun-tahun Rasulullah menyerukan Islam di sana tetapi hasil yang dicapai sangat minim tidak sebanding dengan tenaga dan pengorbanan yang telah diberikan. Yang pasti di atas segalanya, hijrah tersebut adalah rencana Allah SWT.

Secara berangsur-angsur, sedikit demi sedikit kaum muslimin meninggalkan Makkah hingga tidak ada yang tertinggal lagi di kota itu kecuali beberapa orang termasuk Rasulullah, Abu Bakar dan Ali bin Abi Thalib. Keduanya menunggu perintah Rasulullah yang juga menunggu perintah Allah kapan waktu yang sesuai untuk meninggalkan Makkah.

Para musyrikin yang mengetahui para sahabat Rasulullah telah pergi membawa harta, anak dan isteri mereka ke Madinah, meyakini bahwa negeri tersebut akan membela dan melindungi kepentingan dakwah Rasulullah. Oleh karena itu mereka khawatir jika kemudian Rasulullah menyusul. Maka sebelum hal itu terjadi mereka sepakat untuk membunuh Rasulullah.

Rasulullah yang menyadari akan maksud kaum musyrikin tersebut membuat rencana meninggalkan Makkah di malam hari. Rasulullah mengajak serta Abu Bakr dalam rencananya tersebut. Abu Bakr sudah menyiapkan segala hal yang terkait dengan rencana ini termasuk dua ekor unta untuk mereka tunggangi. Kedua orang ini pun menempuh jalan yang tidak biasa di lewati manusia. Hal ini untuk mengecoh kamu kafir Quraisy yang mengejar mereka.

Karena hari yang sudah larut malam mereka bersembunyi di gua Tsur. Sampai kondisi memungkinkan, untuk sementara mereka tinggal di gua itu selama tiga hari. Kaum kafir Quraisy tidak tinggl diam. Mereka terus memburu keberadaan Rasulullah. Hingga suatu ketika mereka mencurigai Rasulullah dan Abu Bakr berada di dalam gua Tsur tersebut.

Diutuslah beberapa orang untuk menyelidiki gua itu. Sementara Abu Bakr yang mendengar kasak kusuk di luar sudah berkeringat dingin. Orang yang diutus itu kemudian kembali. “Kenapa kau tidak masuk ke dalam gua?” tanya teman-temanya. Sebagian dari mereka menjawab, “Ada sarang laba-laba di mulut gua itu yang memang sudah ada sejak Muhammad lahir.” Abu Bakr makin ketakutan. Ia makin merapatkan diri kepada Rasulullah. Kemudian Rasulullah berbisik kepadanya, “Jangan bersedih hati Allah bersama kita.”

Sarang laba-laba yang menutupi gua tersebut tidak lain adalah atas izin Allah. Setelah tiga hari di gua itu, Rasulullah dan Abu Bakr akhirnya melanjutkan perjalanannya menuju Madinah dengan bantuan puteri Abu Bakr.

Sekelumit kisah hijrah Rasulullah di atas memberi pelajaran kepada kita bahwa untuk mencapai perbaikan diri kita harus rela dan berusaha untuk berpindah dari tempat yang tidak mendukung. Pada masa ini, tidak semata-mata hijrah tempat saja yang bisa dilakukan untuk memperbaiki diri walaupun itu sangat menungkinkan. Hijrah bisa dilakukan di antaranya dengan bersungguh-sungguh menambah ilmu agama, mencari teman yang baik, bertekad dan berusaha meninggalkan perbuatan buruk dan sebaliknya memperbanyak berbuat baik.

Maka sekali lagi, penting bagi kita untuk melakukan muhasabah diri. Carilah momen spesial yang bisa dijadikan batu loncatan untuk berhijrah. Tahun baru Hijriyah ini misalnya. Kitalah yang bisa merubah diri ini. So, kalau bukan kita oleh siapa lagi? Kalau tidak sekarang, kapan lagi?

Bagikan

--- 0 Komentar ---

rainbow | Karyawan Swasta
KSC makin keren sekarang, fitur-fiturnya udah kaya FB aja. ;)
KotaSantri.com © 2002 - 2021
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0414 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels