Ali Bin Abi Thalib : "Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan, tapi ilmu bertambah apabila dibelanjakan."
Alamat Akun
http://ila.kotasantri.com
Bergabung
16 Maret 2009 pukul 18:56 WIB
Domisili
Semarang - Jawa Tengah
Pekerjaan
traveller
http://ilarizky.blogspot.com
http://facebook.com/ila.rizky
Catatan Ila Lainnya
Ketika setiaku harus berbilang waktu
1 Februari 2010 pukul 15:28 WIB
Takdir yang lain
1 Februari 2010 pukul 15:27 WIB
Telaga yang kutemukan di bening matamu
25 Januari 2010 pukul 12:26 WIB
Membangun sekolah peradaban di rumah kita
25 Januari 2010 pukul 12:20 WIB
Catatan
Senin, 1 Februari 2010 pukul 15:37 WIB
Love at the first sight! ^^

Oleh Ila Rizky Nidiana

Love at the first sight! ^^

Jangan kau kira cinta datang
dari keakraban dan pendekatan yang tekun
cinta adalah putera dari kecocokan jiwa
dan jikalau itu tiada
cinta takkan pernah tercipta,
dalam hitungan tahun, bahkan millennia
(Kahlil Gibran)

Love at the first sight , penting nggak sih? Ya, begitulah pertanyaan unik yang terlontar dari mulut seorang peserta ajang cari jodoh di sebuah stasiun televisi. Dan dari dua orang yang menjawab pertanyaan tsb, hanya ada satu yang akan dipilih menjadi calon pasangannya nanti. Lalu, keputusan apa yang diambil? Ternyata, si gadis memilih lelaki yang menjawab bahwa cinta pada pandangan pertama itu penting. Hwahaha… Saya tersentak sekaligus tersenyum dalam waktu yang bersamaan. Ketika ditanya oleh presenter, si gadis memberikan alasannya, “Bagi saya itu penting sekali, karena cinta datang tanpa tiba-tiba, cinta dulu, baru soal yang lain nanti.” (sepertinya jawabannya demikian, lupa2 ingat. =P episodenya udah lama banget, hehe…)

Mendengar jawaban itu, saya jadi teringat curhatan sahabat saya, “Piye yo, La.. Aku ne gak seneng mbek dekne, tapi cah’e iku nyedak’i terus, tak nesu2ni yo tetep ae telp, sms… (Gimana ya, La.. Akunya gak suka dia, tapi dianya itu ndeketin terus, tak marah2in juga tetep aja telp, sms…)” Saya yang mendengar cerita itu cuma mesam-mesem saja. Hwhaa… Ila kok dicurhatin begituan, ya bingung tho yo ngasih solusinya? =P

Tak hanya sekali dicurhatin begitu, kali ini seorang mbak yang akan menikah, udah punya calon nah kata dia gini, “Dek, mas nya itu gimana ya? Pendieeemm banget. Mbak sampe bingung mau ngajak ngobrolnya gimana, tertutup sekali. Trus kan mbak nanya sama keluarganya, katanya memang mas itu jarang ngobrol. Ndeketinnya gimana ya? Masa iya mbak cerewet, dianya pendiem gitu?” Hihi… kali ini iLa bener2 ketawa, gimana ya? Menurutku, mbak Santi-ku tersayang itu memang butuh partner yang seimbang, setidaknya sama2 crewet, sama2 suka diskusi dan menimpali ceritanya tentang apapun, ttg aktivitas mengajarnya, ttg kehidupan pribadinya, ttg semuanya yang memang ingin dia kisahkan. Nah, laki2 yang dijodohkan dengannya itu seorang yang pendiam - dalam arti yang sbenarnya- susah dong kalo gitu? Mbak jadi bingung, trus… ntar kalo aku ngobrol, masa iya dia diem aja? =)) Entahlah lanjutan kisahnya gimana, apakah tetap melanjutkan proses perjodohan dari keluarga , atau berganti lagi dengan calon yang lain, tapi yang pasti mbak sudah menikah skrg. Alhamdulillah… ^^
###

“Ruh-ruh itu ibarat prajurit-prajurit yang dibaris-bariskan. Yang saling mengenal di antara mereka pasti akan saling melembut dan menyatu. Yang tidak saling mengenal di antara mereka pasti akan saling berbeda dan berpisah.” (HR Al Bukhari 3336)

Tulisan kali ini memang ingin berbicara tentang cinta, special tentunya bicara ttg “Love at the first Sight”. Cinta pada pandangan pertama. Sebenarnya saya tak punya kapasitas untuk bicara ttg ini, karena saya belum pernah mengalami, setidaknya untuk saat ini. Cinta-cinta-cinta. Entah untuk jilid keberapa, saya menggenapi membahas ttg tema ini yang sudah umum di masyarakat. Hehe…^^

Jika kata Rasulullah, Ruh itu ibarat tentara, maka sandi2 yang sama akan menyatu dan berbaur, atau sebaliknya. Dan ketika pertama kali seorang bertemu dengan “calon” pasangannya, maka Rasul menyuruh untuk melihat “kelebihan” dia. Entah dari fisik (cantik atau ganteng mungkin… =P), dari harta, dari factor keturunan, dan dari keimanannya (shalih nggak sih? Malah ada teman yang kasih criteria, musti hafidz! Harus! =D) . Kalo iLa sih bakal tambahin deh, “Visi misimu apa?” =P Itulah kenapa pentingnya nazhar, melihat.. (heuheu… saya menggunakan id nazhara juga karena suka istilah ini). Nazhar bukan hanya melihat, tapi juga punya makna lain. Mengutip tulisan Salim A Fillah, “Nazhar itu, melihat. Melihat untuk menemukan sesuatu yang membuat kita melangkah lebih jauh ke jalan yang diridhai Allah. Melihat untuk menemukan sebuah ketertarikan. Itu saja. Bukan mencari aib. Bukan menyelidiki cela. Bukan mendetailkan data-data. Lihatlah kepadanya. Itu saja. Tentu dengan melestarikan prasangka baik kita kepada Allah, kepada diri, dan kepada sesama.”

Jika nazhar menjadi begitu penting, lalu selanjutnya jiwa2 akan menemukan kecocokan, akan menemukan muara, akan menjadikan beda diantara keduanya menjadi harmoni, yang menjadikan kelanggengan hubungan pernikahan. Ya, begitulah…
Kecocokan jiwa memang tak selalu sama rumusnya
Ada dua sungai besar yang bertemu dan bermuara di laut
Yang satu; itu kesamaan
Ada panas dan dingin bertemu untuk mencapai kehangatan;
Itu keseimbangan
Ada hujan lebat berjumpa tanah subur, lalu menumbuhkan taman;
Itu kegenapan
Tapi satu hal tetap sama
Mereka cocok karena bersama bertasbih memuji Allah
Seperti segala sesuatu yang ada di langit dan bumi, ruku pada
Keagungannya
(Salim A. Fillah- Jalan Cinta Para Pejuang)

Panji Sukma-Kampus, 21 Agustus ’09
NB: postingan terakhir ttg tema ini sebelum ramadhan. Heuheu… musti focus ramadhan nih, ^^

Bagikan

--- 2 Komentar ---

mang_unus | Wiraswasta
Semoga dapat menjadi wasilah untuk semua; berbagi ilmu, memupuk ukhuwah, mengokohkan keimanan, menopang keistiqamahan.
KotaSantri.com © 2002 - 2020
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0376 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels