Tazakka : "Perjuangan itu artinya berkorban, berkorban itu artinya terkorban. Janganlah gentar untuk berjuang, demi agama dan bangsa. Inilah jalan kita."
Alamat Akun
http://ila.kotasantri.com
Bergabung
16 Maret 2009 pukul 18:56 WIB
Domisili
Semarang - Jawa Tengah
Pekerjaan
traveller
http://ilarizky.blogspot.com
http://facebook.com/ila.rizky
Catatan Ila Lainnya
Membangun sekolah peradaban di rumah kita
25 Januari 2010 pukul 12:20 WIB
Dilarang merokok di tempat umum!
25 Januari 2010 pukul 12:19 WIB
Sekadar curahan hati; dilemma
25 Januari 2010 pukul 12:17 WIB
Dan, tidurlah dengan tenang Wahai Jiwa....:)
25 Januari 2010 pukul 12:12 WIB
Catatan
Senin, 25 Januari 2010 pukul 12:26 WIB
Telaga yang kutemukan di bening matamu

Oleh Ila Rizky Nidiana



by Ila Rizky Nidiana


Ada bening yang terpancar
Ada ketenangan yang terlantun
Ada kesejukan yang mengalir
Lembut..
Namun menggerakkan
Sungguh, ketika kutatap wajahmu
Ada keindahan cahaya
yang takkan tergantikan
oleh percikan cahaya purnama sekalipun


Sejuk, namun menggerakkan. Itu kesan yang saya dapatkan dari orang-orang hebat di luar sana yang begitu menginspirasi saya. Ya, bagi saya, mereka tak hanya cantik atau pun tampan secara fisik, namun juga keindahan jiwa mereka terlihat dari tutur kata yang selalu santun dan tetap menimbulkan wibawa tersendiri. ^^


Tak henti-hentinya saya selalu mengagumi, betapa mereka benar-benar menerapkan keseimbangan antara dzikr, fikr, dan amal yang mengada pada setiap jejak langkah yang mereka pijak di setiap kesempatan.


Lalu, apa yang menarik, hingga tanpa kecantikan -yang menurut kita – it’s soo fisically, bo! Ya, itu cuma soal fisik. Nah, apa yang menarik hati saya hingga tanpa interaksi yang sering pun, saya merasakan kuatnya ikatan-ikatan dengan mereka dalam keseharian?


Tentu, jawabannya menurut saya adalah karena jiwa mereka yang tak henti-hentinya memancarkan cahaya ilahiyah. ^_^


Ya, kedekatan mereka dengan Tuhan, kedekatan itu mirip energi yang tak henti melahirkan kekuatan jiwa tanpa batas. Tak ada kekuatan selain-Nya. Tak ada kesempurnaan selain milik-Nya. Tak ada pula keangkuhan yang patut dipertunjukkan, bila berhadapan dengan-Nya.


Maka, saat energi ketundukan mengada dalam diri, dalam jiwa kita secara inti, kita telah menemukan bahwa kita adalah seorang hamba. Ya, tak lebih, tak kurang, hanya seorang hamba yang tak punya daya selain karena pemberian dari-Nya.


Energi ketundukan, energi tawakal dalam diri, membuat kita menjadi lebih tenang dalam menghadapi apapun, ya... Apapun di dunia ini. Ada kekuatan yang tak henti terpancar, menembus batas-batas rasionalitas. Dan membuat diri menjadi yakin, bukankah tugas kita di dunia ini ‘hanya’ berupaya mewujudkan takdir-takdir terbaik? Maka, selanjutnya, serahkan saja pada sang Pemilik Hidup.


Telaga itu kutemukan di sebening matamu, Bunda...
Telaga yang memancarkan kesejukan
Bagi jiwa-jiwa yang rapuh dan membutuhkan uluran tangan
Sungguh, pesona jiwa yang membangkitkan kekuatan


Pun kini, ijinkan aku untuk dapat selalu belajar darimu, duhai sang telaga bening... Agar aku bisa menghirup aroma surgawi dari kesantunan jiwamu.


Tulisan ini untuknya, sang telaga biruku, “She is my inspiration, and you are too... “ Aku rindu padamu, Bunda... Met Milad ya, Cinta... ^^


Allah, di pembuka malam kini... Kupinta surga untuknya, ya... untuk Bundaku tersayang, pencetak generasi Rabbani, insyaAllah... Kabulkanlah ya Rabb... ^_^


Sekaran, Kamar Cahaya. 10 Mei ’09, 19:48
~saat kurindukan kesejukan bermain dan bercerita bersamamu, Bunda.. ^^~

Bagikan

--- 0 Komentar ---

Anna | Staff UPT Laboratorium
Subhanallah... KotaSantri.com isinya bagus, menarik, dan yang pasti banyak artikel-artikel yang menambah ilmu dan pengalaman.
KotaSantri.com © 2002 - 2020
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0337 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels