Ali Bin Abi Thalib : "Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan, tapi ilmu bertambah apabila dibelanjakan."
Alamat Akun
http://fauziah_humaira.kotasantri.com
Bergabung
6 November 2010 pukul 06:09 WIB
Domisili
Banda Aceh - Nanggroe Aceh Darussalam
Pekerjaan
mahasiswa
optimist but realistic n logic
fziah05@ymail.com
http://facebook.com/fauziah humaira
http://twitter.com/sihaizirah
Catatan Fauziah Lainnya
BUKAN HANYA PAHLAWAN BERTOPENG YANG BISA BERUBAH
12 Februari 2011 pukul 21:50 WIB
Catatan
Senin, 28 Februari 2011 pukul 13:40 WIB
SERIBU ALASAN UNTUK MEMILIH MU

Oleh Fauziah Humaira

Wahai sahabat…
Ada tiga unsur yang cenderung bisa mengobarkan semangat: Agama, filsafat dan seni. Mungkin sebagian dari kita memandang ini hal yang biasa, tapi tidak untuk Bertrand Russell karena tiga hal itu merupakan energi yang membuat seseorang melampaui kenyataan dirinya. Namun hal yang lebih berpengaruh lagi adalah bahasa, tidak bisa dipungkiri kekuatan bahasa yang tersusun dari kata-kata memiliki kehangatan yang luar biasa. Dari kata-kata itu akan timbul keajaiban-keajaiban yang luarbiasa seperti mantra, kata-kata itu bisa menghujam diulu hati dan menjadi sesuatu yang tidak dapat dilupakan baik berupa kata-kata yang menyenangkan atau yang menyakitkan, tentulah kita memilih untuk berkata baik. Seperti perintah Allah kepada orang mukmin sampaikan suatu pelajaran itu dengan hikmah, bahkan ketika membantah pun Allah memerintahkan hambanya untuk membantah dengan cara yang baik. Itulah kekuatan kata.

Sahabat, tahukah kalian…
Kebanyakan kita tidak selalu mempunyai semangat yang membumbung tinggi dan berapai-api dimana bumi tampak terlalu sempit bagi kita (Walter Scott). Akan tetapi setiap manusia itu mempunyai “kerinduan abadi” dalam dirinya (Shakespeare). Ada sebuah fabel yang semoga menjadi hikmah bagi kita, fabel tentang anak elang yang diculik dari sarangnya dan diikat pada sebuah tiang. Cerita itu menguraikan bahwa tahanan tersebut, yang diberi makanan dan diberi perlindungan hidup dan memperoleh bagiannya sampai suatu hari seekor elang muncul dikejauhan angkasa. Setiap hari elang itu terbang bertambah dekat, berkeliling semakin rendah dan rendah, sampai akhirnya ia mengepak elang tawanan tersebut dengan sayapnya. Sentuhan inilah yang membuat burung yang berada di tanah itu tersentak dengan kuat sehingga membuat tiang tercabut dan ia pun terbang.

Sahabat…
Bagaimanapun kacaunya nasib kita sebagai makhluk bumi, kita tahu bahwa ada sebagian langit dalam diri kita. Kita mungkin saja tidak mampu mencabut tiang ikatan, namun akan tiba suatu saat ketika kita disentuh oleh sayap dan keinginan untuk terbang membumbung tinggi bukan lagi sebuah mimpi. Terimakasih untuk semuanya yang telah mau bersahabat dengan ku di dunia cyber ataupun di dunia nyata, setiap kata-kata dari kalian adalah semangat baru bagi ku. Itu mungkin salah satu alasan kenapa bersahabatan itu penting. Bagiku satu orang sahabat seribu semangat, lagi-lagi terimakasih yang tak terhingga untuk para sahabat setia yang selalu menanam semangat untukku. Semangat yang tak bertepi bukan mimpi karena kalian selalu ada disisi.

Wahai sahabatku, kalian akan tetap selalu ada dalam setiap doaku…
“Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari teman. Namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapat banyak teman tetapi menyia-nyiakannya (Ali bin Abi Thalib).” Tidak ada alasan untuk lemah karena aku yakin aku bisa. Bila lelah singgah padaku, sekejap akan hilang karena senyum yang kalian berikan. Sungguh persahabatan itu tidak hanya terletak pada pertemuan tapi pada ingatan seseorang terhadap saudaranya didalam doanya, sisipkan namaku dalam setiap doamu sahabat. Kembali terlintas kata-kata itu “seorang mukmin boleh salah, boleh gagal, boleh tertimpa musibah, tapi tidak boleh menyerah pada kelemahan, menyerah pada tantangan, menyerah pada keterbatasan dan ketidakmampuan. Namun tetaplah harus menembus gelapnya malam supaya dapat menjemput fajar.” Semoga kita bisa menyongsong setiap fajar dengan penuh semangat dan hikmah.

Kalian adalah hartaku yang tak ternilai sahabat…
Pernahkah burung-burung di angkasa merisaukan apa yang hendak dimakan besok? Tidak! Karena mereka yakin apa yang ditakdirkan untuk terjadi besok tidak mungkin dipaksakan untuk terjadi hari ini, maka sambutlah dan pergunakanlah hari ini dengan ketakwaan dan berikan senyummu tuk semua orang. Hilangkanlah kegundahan dihati dan tersenyumlah karena senyum itu doa dari hati. Mengenalmu adalah satu kesyukuran, bersahabat denganmu adalah kenikmatan yang tak ternilai, bersaudara denganmu adalah anugerah yang tak terlupakan, tersakiti hatimu adalah kekhilafan. Maafkan sahabatmu ini jika pernah berbuat khilaf pada kalian semua sahabat.

Bagikan

--- 1 Komentar ---

yantie menyukai catatan ini.
Meyla Farid | Guru
Isinya sangat bagus dan bermanfaat. Site favoritku untuk saat ini. :)
KotaSantri.com © 2002 - 2022
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0341 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels