Umar bin Abdul Aziz : "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika engkau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
Alamat Akun
http://dasri.kotasantri.com
Bergabung
29 Mei 2009 pukul 23:53 WIB
Domisili
Depok - DKI Jakarta
Pekerjaan
Guru IT SMA
http://www.asriyani.blogspot.com
dasri_04
http://facebook.com/http://www.facebook.com/profile.php?id=1485234519#!/profile.php?id=1485234519
Catatan Dewi Lainnya
19 keistimewaan wanita dalam hadist
27 Oktober 2010 pukul 08:15 WIB
:: Hati wanita ::
12 Oktober 2010 pukul 15:11 WIB
Yang Tidak Bisa di Ucapkan oleh seorang "AYAH"
24 Agustus 2010 pukul 11:49 WIB
Jangan Jadi Suami Egois
12 Agustus 2010 pukul 08:58 WIB
Catatan
Kamis, 11 November 2010 pukul 15:33 WIB
Mencintai adalah keputusan

Oleh dewi asriyani

Seperti angin membadai. Kau tak melihatnya kau merasakannya. Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun. Atau merangsang amuk gelombang di laut lepas. Atau meluluh lantakkan bangunan-bangunan angkuh di pusat kota metropolitan. Begitulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda . Tak terlihat. Hanya terasa tapi dahsyat.
Cinta adalah kata tanpa benda, nama untuk beragam perasaan muara bagi ribuan makna, wakil dari sebuah kekuatan tak terkira . tidak ada defenisi memang. Dalam agama, atau filsafat, sastra atau psikologi. Tapi inilah obrolan manusia sepanjang masa. Inilah legenda. Maka abadilah Rumi, Gibran krena puisi atau prosa cinta mereka. Abadilah legenda romeo dan Juliet, laela Majnun, Siti Nurbaya atau Cinderella.
Cinta adalah lukisan abadi dalam kanvas kesadaran manusia. Lukisan.bukan definisi.
Dalam bentuk kata, cinta mewakili seperangkat kepribadian yang utuh yaitu gagasan, emosi dan tindakan. Gagasannya adalah tentang bagaimana membuat orang yang kita cintai tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik dan berbahagia karenanya.Ia juga emosi yang penuh kehangatan dan gelora karena seluruh isinya adalah semangat dan keinginan baik.Tapi ia pun harus mengejawantah dalam laku yang nyata. Sebab gagasan dan emosi tidak merubah apa pun dalam kehidupan kita kecuali setelah ia menjelma menjadi aksi. Orang-orang seringkali hanya mengambil bagian tengah dari cinta, emosi. Dalam kehidupan mereka cinta adalah gumpalan perasaan yang romantis . Mereka bahkan rela untuk mempertahankan penderitaan yang mereka rasakan demi menikmati romantikanya: Gubuk derita, sepiring berdua, karenanya mereka menjadi tidak berkembang.
Jadi cinta adalah totalitas. Disana gagasan, emosi dan tindakan bergabung jadi satu kesatuan yang utuh.Mencintai –dengan begitu – adalah sebuah pekerjaan . Pekerjaan yang membutuhkan kemampuan kepribadian. Maka seseorang yang ingin menjadi pencinta sejati harus terlebih dahulu membenahi dan mengembangkan kepribadiannya. Menggagas bagaimana membuat orang yang kita cintai tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik . Mempertahankan ” keinginan baik" kepada orang yang kita cintai dan terus menerus melakukan pekerjaan-pekerjaan untuk membahagiakan mereka hanya mempunyai satu makna : Pekerjaan orang-orang kuat.Sebab cinta adalah kata lain dari memberi, sebab memberi adalah pekerjaan, sebab siklus pekerjaan cinta adalah memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi.Dan pekerjaan itu berat. Sebab pekerjaan itu harus ditunaikan dalam waktu lama. Sebab pekerjaan berat dan lama begitu hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki kepribadian kuat.
Maka ungkapan ” Aku mencintaimu adalah keputusan besar, ada taruhan kepribadian disana. ” Aku mencintaimu adalah ungkapan lain dari ” Aku ingin memberimu sesuatu” juga ungkapan dari ” Aku akan memperhatikan dirimu dan semua situasimu untuk mengetahui apa yang kamu butuhkan untuk tumbuh menjadi lebih baik dan dan bahagia, kemudian aku akan bekerja keras untuk memfasilitasi semua itu, Taruhannya adalah kepercayaan orang yang kita cintai terhadap integritas kepribadian kita. Sekali kamu mengatakan ” Aku Mencintaimu” kepada seseorang . Kamu harus membuktikannya. Itu deklarasi Jiwa bukan hanya tentang rasa suka dan ketertarikan , tetapi terutama tentang kemampuan untuk memberi, kesiapan dan kemmpuan untuk melakukan pekerjaan –pekerjaan cinta : memperhatikan, menumbuhkan merawat dan melindungi.
Sekali deklarasi cinta tidak terbukti, kepercayaan hilang lenyap dan tidak ada cinta tanpa kepercayaan.
MAKANYA JANGAN SEMBARANGAN BILANG CINTA...hehehheheh
Dikutip dari serial CInta Anis Matta

Bagikan

--- 7 Komentar ---

lila | mahasiswa
Saya sangat senang sekali bisa bergabung dengan KotaSantri.com, karena saya sendiri memang santri.
KotaSantri.com © 2002 - 2022
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0339 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels