Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
Alamat Akun
http://aryanto.kotasantri.com
Bergabung
14 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta Utara - DKI Jakarta
Pekerjaan
Karyawan Swasta
Aryanto, dari namanya mungkin orang mengira saya dari Jawa, tapi bukan, saya dilahirkan di Ende, NTT. masa kecil dilalui di Ende, kelas 1 SMP hijrah ke Jakarta mengikuti kakak, dan melanjutkan kuliah program S1 di salah satu universitas swasta di kota Malang.....Nggak ada yang istimewa dari saya.... saya hanyalah hamba …
arialende@yahoo.com
arialende
aryanto0674@yahoo.co.id
Catatan Aryanto Lainnya
Cinta nggak memerlukan sebab
18 November 2009 pukul 09:17 WIB
Catatan
Catatan Aryanto Abu Faidah
Rabu, 2 Desember 2009 pukul 09:21 WIB
Aryanto Abu Faidah
Beberapa hari yang lalu, ditengah kejenuhan saya menghadapi rutinitas harian di kantor, ada seorang sahabat, sebut saja namanya Nana, seorang karyawati sebuah perusahaan IT di Bali mengirimkan sebuah imel, sebuah …
nurdin sholihin menyukai catatan ini.
Aryanto Abu Faidah : @ KD... yuuk.... belajarlah untuk tidak menyakiti Ke-2 ortu kita....
@ OKI.....
@ Sulastri.... Aamiin
@ Anisya..... Sama2....
2 Desember 2009 pukul 18:27 WIB
Nisya Anisya : hayo, buat yang dah jadi ibu, calon ibu.dan untuk semua, hati2 dalam bicara.bisa jadi ucapan adalah doa.TFS.
2 Desember 2009 pukul 18:07 WIB
Sulastri : Subhanallah........jd makin ingat Ibu......semoga diri ini tak membuat hal yg bikin ibu sakit hati,kecewa,marah,,,,,entah yg terucap atau terpendam....amin.........
2 Desember 2009 pukul 17:38 WIB
Lara Oki Richi Barraq : birul walidain
2 Desember 2009 pukul 16:50 WIB
Mujahid Alamaya : Mari kita muliakan orangtua dan jangan pernah menyakiti mereka.
2 Desember 2009 pukul 16:33 WIB
Untuk memberikan komentar, silahkan login terlebih dahulu.
Fariz Aziz | Mahasiswa
Alhamdulillah KotaSantri.com masih ada. Udah 2 tahun nich gak browsing web ini.

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1067 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels