Ali Bin Abi Thalib : "Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusan sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan kejahatan, dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya akan kehormatan dirinya."
Alamat Akun
http://am_azzet.kotasantri.com
Bergabung
20 Oktober 2010 pukul 16:05 WIB
Domisili
Sleman - DI Yogyakarta
Pekerjaan
membaca, menulis, jalan-jalan
Lahir di Jombang, Jawa Timur, dan kini tinggal di Yogyakarta. Suka membaca dan menulis. Senang juga berjalan-jalan untuk menikmati pemandangan yang indah atau kadang kuliner. Suka pula bersepeda dan aktif di Lereng Merapi Onthel Community, Yogyakarta.
http://amazzet.wordpress.com/
http://twitter.com/@kangazzet
Catatan Akhmad Lainnya
Iman Paling Utama
9 Januari 2012 pukul 11:55 WIB
Iman yang Lurus
26 Desember 2011 pukul 11:17 WIB
Memakmurkan Masjid
1 Desember 2011 pukul 09:46 WIB
Kembali kepada Allah dan Rasul-Nya
17 November 2011 pukul 09:31 WIB
Menyatukan Iman dalam Sabar dan Syukur
14 November 2011 pukul 13:52 WIB
Catatan
Rabu, 1 Februari 2012 pukul 11:12 WIB
Berimanlah Sebelum Terlambat

Oleh Akhmad Muhaimin Azzet

Rasulullah Saw. bersabda, “Belum akan tiba kiamat melainkan matahari akan terbit dari barat. Jika terbit dari barat maka seluruh umat manusia akan beriman. Pada saat itu, tidak bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketika matahari sudah terbit dari barat—sebagai tanda besar bahwa kiamat akan tiba—maka seseorang yang baru beriman sudah dikatakan terlambat; iman yang dinyatakannya tak berguna bagi dirinya. Demikian pula dengan ketika nyawa seseorang sudah berada di leher—pertanda bahwa ajal telah tiba—maka iman yang baru dinyatakannya sudah tiada berguna.

Sungguh, jangan sampai kita masuk ke dalam golongan orang-orang yang menyesal; lebih-lebih penyesalan di akhirat adalah penyesalan yang sudah tidak mungkin lagi kembali ke dunia untuk memperbaiki diri. Duhai jiwa yang ingin merasakan nikmat dalam rahmat-Nya, berimanlah sebelum terlambat.

Al-Faqîr ilâ rahmatillâh,
Akhmad Muhaimin Azzet

Bagikan

--- 0 Komentar ---

aisy_me | Karyawan Swasta
Bagus-bagus tulisannya, menambah semangat dan inspirasi. :)

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0744 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels