|
HR. Ad-Dailami : "Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain."
|
|
|
http://amazzet.wordpress.com/ |
|
http://twitter.com/@kangazzet |





Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah Saw. bersabda, “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, ‘Berinfaklah, Aku pasti akan berinfak kepadamu.” Beliau bersabda, “Tangan Allah itu penuh. Ia tidak akan berkurang karena nafkah (yang diberikan Allah) secara terus-menerus sepanjang malam dan siang.” Beliau bersabda, “Tahukah kalian apa yang telah Dia infakkan semenjak Dia menciptakan langit dan bumi? Sesungguhnya apa yang ada di tangan-Nya tidak pernah berkurang, Arsy-Nya berada di atas air, dan di tangan-Nya-lah timbangan (mizan) itu berada.” (HR. Bukhari)
Kebanyakan dari manusia sulit untuk memberi karena khawatir apa yang dimilikinya berkurang atau bahkan hilang begitu saja tanpa ada gantinya; kebanyakan dari manusia akan merasa senang apabila ia menerima atau diberi sesuatu. Hal ini sesungguhnya tidak adil; suka menerima, akan tetapi tidak suka memberi. Padahal, hukum yang sebenarnya terjadi dan sesuai dengan sunnatullah adalah apabila kita memberi maka pasti akan menerima. Hal ini sudah difirmankan oleh Allah Swt. sendiri dalam hadits qudsi di atas. Oleh karena itu, bila kita ingin mendapatkan limpahan rezeki dari Allah Swt. maka perbanyaklah berinfak di jalan Allah atau memberikan harta kita kepada yang membutuhkan. []
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---
jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan.
dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.