Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Catatan Mujahid Lainnya
Surat Seorang Jomblo
17 November 2009 pukul 13:13 WIB
Catatan
Rabu, 18 November 2009 pukul 13:13 WIB
Cuma Bisa Berharap?

Oleh Mujahid Alamaya

Rabb...
Aku berdo'a untuk seorang wanita yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sangat mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Seseorang yang akan meletakkanku pada posisi di hatinya setelah Engkau dan Muhammad
Seseorang yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tapi juga untukMu dan orang lain

Wajah, fisik, status, atau harta tidaklah penting
Yang terpenting adalah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau
Dan berusaha menjadikan sifat-sifat baikMu ada pada pribadinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup
Sehingga hidupnya tidak sia-sia

Seseorang yang memiliki hati yang bijak, tidak hanya otak yang cerdas
Seseorang yang tidak hanya mencintaiku, tapi juga menghormatiku
Seseorang yang tidak hanya memujaku, tetapi juga dapat menasehatiku

Seseorang yang mencintaiku bukan karena fisikku, hartaku, atau statusku, tapi karena Engkau
Seseorang yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang membuatku merasa sebagai lelaki tangguh ketika aku berada di sisinya

Seseorang yang bisa menjadi navigator sang nahkoda kapal
Seseorang yang bisa menjadi penuntun kenakalan balita yang nakal
Seseorang yang bisa menjadi penawar bisa
Seseorang yang sabar mengingatkan saat diriku lancang

Tuhanku...
Aku tak meminta seseorang yang sempurna sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu
Seseorang yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seseorang yang membutuhkan do'aku untuk kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya lebih hidup

Aku tidak mengharap dia orang yang semulia Ummu Sulaim,
Atau setaqwa Aisyah, pun setabah Fatimah,
Ataupun sekaya bunda Khadijah, setegar Asma
Juga segagah Nusaibah, apalagi secantik Zainab
Aku hanya mengharap seorang wanita akhir zaman,
Yang punya cita–cita mengikuti jejak mereka,
Menjadi shalehah, menjadi ainul mardhiyah...

Karena aku sadar, aku bukanlah manusia mulia Muhammad SAW,
Tidak setaqwa Abu Bakar,
Pun tidak setampan Ali,
Ataupun segagah Umar
Apalagi sekaya Utsman.
Aku hanyalah seorang pria akhir zaman yang punya cita–cita
Berusaha mengikuti mereka, membangun keturunan yang shaleh
Membangun peradaban, dan membuat Rasulullah bangga di akhirat...

Tuhanku...
Aku juga meminta,
Jadikan aku pelindung baginya...
Buatlah aku menjadi lelaki yang dapat membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintaiNya dengan sepenuh jiwaku

Berikanlah sifat yang lembut, sehingga auraku datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku mampu berdo'a untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,
Mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat

Bunga mawar tak mekar dalam semalam,
namun bisa layu dalam sedetik
Kota Baghdad tak dibangun dalam sehari, namun bisa hancur dalam sekejap
Perkawinan tak dirajut dalam pertimbangan sesaat, namun bisa saja terberai dalam sesaat
Pernikahan, bukanlah akhir dari sebuah perjalanan
Tapi awal sebuah langkah
Karenanya, jadikanlah pernikahan kami sebagai titian
Untuk belajar kesabaran dan ridhaMu, ya Rabb...

Dan bilamana akhirnya kami berdua bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan : "Betapa Mahabesarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna."

Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segalanya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan

Karya Marsahid Agung Sasongko # KSC 30-03-2005

Bagikan

--- 17 Komentar ---

Teguh Yulyono | CSA Dubai Airport
Saya sangat gembira kembali bisa membuka dan membaca tulisan rekan-rekan yang memberikan pencerahan. Untuk admin : U R survival after so long with many challenges. Keep it up your spirit, your website had changed a lot of people who read articles on it. One of them is me. Thank you so much. Insya Allah bisa menjadi amalan kebaikan dan mendapat nilai yang sempurna di mata Allah SWT.
KotaSantri.com © 2002 - 2021
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0455 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels