QS. At-Taubah 9 : 129 : "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung."
Alamat Akun
http://kopiradix.kotasantri.com
Bergabung
1 Mei 2009 pukul 23:11 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
Mahasiswa
Tulisan Muhammad Lainnya
Hikmah Shalat Khusyuk dalam Kehidupan
18 Desember 2013 pukul 21:00 WIB
Bekerja sebagai Bagian dari Ibadah
17 Desember 2013 pukul 20:00 WIB
Pengrajin Emas dan Pengrajin Kuningan
10 Desember 2013 pukul 21:00 WIB
(Mungkin) Tidak Ada Hypnotherapy di Gaza
30 November 2013 pukul 18:00 WIB
Belajar Menulis di Kala Patah Hati
29 November 2013 pukul 23:00 WIB
Bilik
Bilik » Pena

Jum'at, 27 Desember 2013 pukul 22:00 WIB

Lomba Menulis

Penulis : Muhammad Nahar

Terkadang kita merasa bahwa menulis adalah beban, karena kita ingin tulisan kita lansung sempurna, padahal kata pak Jonru, salah satu blogger senior dan trainer penulisan, di dunia ini tidak ada tulisan yang bagus. Bahkan tulisan seorang penulis ternama yang sudah menerbitkan puluhan judul buku juga tidak bagus. Karena yang bagus adalah Hasil Tulisan yang sudah diedit.

Supaya tulisan kita bisa ke luar, mungkin ada baiknya kita tidak terlalu membebani diri dengan keinginan-keinginan yang naif seperti uang, popularitas, dan sebagainya. Hal-hal materialistik dan kepuasan psikologis seperti itu akan datang dengan sendirinya bila tulisan-tulisan kita memang bagus dan mencerahkan.

Bahkan, terkadang tulisan yang kita anggap biasa-biasa saja malah sangat mencerahkan dan dianggap bagus oleh orang lain. Kadang niat awal itu juga menentukan berkah atau tidaknya suatu tulisan. Bahkan, bukan tidak mungkin energi ruhaniah sang penulis terkandung dalam suatu tulisan, sehingga mampu menyentuh hati para pembacanya.

Menulis adalah ilmu, keterampilan, dan seni sekaligus. Aspek ilmu berkaitan dengan teori, aspek keterampilan berkaitan dengan praktek, dan aspek seni berkaitan dengan rasa. Teori bisa dipelajari, sudah banyak buku tentang teori-teori menulis. Praktek bisa dikerjakan, dengan komputer atau buku tulis, atau dengan mengikuti pelatihan-pelatihan menulis. Aspek seni berkaitan dengan rasa, dengan bawah sadar sang penulis. Bisa saja seorang penulis dipengaruhi oleh penulis idolanya atau buku-buku yang dia baca. Namun, cepat atau lambat seorang penulis bisa mengembangkan gaya menulisnya sendiri yang unik.

Bahkan saya pernah membaca kisah tentang Ibn Taimiyah, yang karena dipenjara dan tidak disediakan alat-alat tulis, menulis di dinding dengan potongan arang. Setelah disalin oleh murid-murid beliau, terbitlah Majmu’ Fatawa Ibn Taimiyah. Buya Hamka menyelesaikan Tafsir Al-Azhar di penjara. Demikian pula Sayyid Quthb, beliau pun menyelesaikan Tafsir Fii Zhilalil Qur'an di penjara.

Salah satu hal yang membuat kita termotivasi untuk belajar dan berlatih menulis adalah mengikuti berbagai macam lomba menulis. Berkat kemajuan teknologi, zaman sekarang sudah ada yang namanya blog, sehingga kita dapat menayangkan tulisan kita. Orang seluruh dunia bisa membaca tulisan kita, sehingga kita bisa mendapat masukan dan komentar, kritik, maupun saran. Sebagian blogger juga telah menggunakan sarana blog itu untuk mengadakan lomba menulis.

Apabila kita ingin meningkatkan kemampuan kita mengolah kata, sangat disarankan kita mengikuti lomba-lomba seperti itu. Jangan dulu berpikir menang atau kalah. Masukkan yang kita peroleh dari komentar-komentar yang masuk, baik kritik maupun saran, dapat memperkaya pengetahuan kita dan meningkatkan kemampuan menulis kita. Tidak masalah apakah tulisan kita menang atau kalah dalam suatu lomba menulis. Pengalaman dan masukkan yang diperoleh selama lomba itu, selama meningkatkan kualitas diri dan tulisan kita, jauh lebih berharga dari hadiah lomba menulis itu sendiri.

Jika kita menang dalam suatu lomba menulis, anggaplah hadiah dan kepuasan itu sebagai bonus, yang bisa memacu semangat, namun tidak membuat kita lupa dan terlena. Apabila kita belum bisa meraih kemenangan, cukuplah pengalaman dan masukan selama ikut lomba jadi hadiah yang sangat bernilai bagi kita.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Muhammad Nahar sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Akhmad Muhaimin Azzet | Penulis
Membaca-baca di KotaSantri.com, di samping memetik motivasi dan inspirasi, betapa terasa damai di dada. Sungguh. Beginilah bila akhlak mulia yang dijunjung dan dijaga. Alhamdulillah...
KotaSantri.com © 2002 - 2017
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0980 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels