HR. At-Tirmidzi : "Pena (takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering, apa yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan."
Alamat Akun
http://masekoprasetyo.kotasantri.com
Bergabung
5 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Surabaya - Jawa Timur
Pekerjaan
Editor Jawa Pos
Seorang pecandu berat wedang kopi, tapi antirokok. Arek Suroboyo yang besar di Bekasi. Pengagum berat kebesaran Allah ini hobi sepak bola dan melempar senyum. Pemuda yang doyan kacang ijo ini juga pegiat baca buku. Bergelut dengan naskah dan tata bahasa adalah tugasnya sehari-hari sebagai editor bahasa Jawa Pos.
http://samuderaislam.blogspot.com
Tulisan Eko Lainnya
Selamatkan KKPK!
24 November 2013 pukul 19:00 WIB
Menjadi Perajin Kata
8 November 2013 pukul 21:00 WIB
Menyembelih Kekikiran
26 Oktober 2013 pukul 21:00 WIB
Nikmatnya Menulis setelah Tahajud
20 Oktober 2013 pukul 18:00 WIB
Tambah Tua Tambah Mesra
14 Oktober 2013 pukul 21:00 WIB
Bilik
Bilik » Pena

Jum'at, 6 Desember 2013 pukul 22:00 WIB

Inspirasi dari Cato

Penulis : Eko Prasetyo

Dalam buku Self Improvement 101 (2009), John C. Maxwell menegaskan bahwa belajar adalah aktivitas yang tidak dibatasi oleh usia. ”Tidaklah menjadi masalah apakah Anda telah berusia lebih dari 80 tahun atau bahkan belum memasuki usia remaja Anda. Penulis Julio Melara baru berumur 11 tahun ketika mulai mempelajari pelajaran utama di dalam hidup ini. Itu akhirnya dia bawa sepanjang hayatnya dan digunakan untuk mengajari orang lain,” tegas penulis yang bukunya menjadi best seller versi New York Times tersebut.

Di dalam buku itu juga diceritakan kisah inspiratif tentang Cato, seorang ilmuwan asal Roma. Ia baru mulai belajar bahasa Yunani saat usianya sudah mencapai 80 tahun. Ketika ditanyai alasan mengambil pekerjaan yang sulit tersebut dalam usianya yang masih tersisa, Cato menjawab dengan diplomatis. ”Itulah usia terawal yang masih tersisa,” ucapnya.

Kisah ini mengingatkan saya pada sosok Dahlan Iskan, mantan CEO Jawa Pos Group dan Dirut PLN yang kini menjabat menteri BUMN. Ia pernah mengaku baru belajar bahasa Mandarin saat usianya hampir setengah abad. Hanya dalam tempo sekitar tiga tahun saja, pria kelahiran Magetan tersebut mampu menguasai bahasa Mandarin. Semangat belajarnya sangat menginspirasi saya yang lebih muda dan qute ini.

Kesimpulannya adalah, belajar bukanlah suatu periode tertentu dalam kehidupan, melainkan gaya hidup seumur hidup. Terlebih bagi mereka yang memimpikan dirinya menjadi penulis sukses.

http://samuderaislam.blogspot.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Eko Prasetyo sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Fariz Aziz | Mahasiswa
Alhamdulillah KotaSantri.com masih ada. Udah 2 tahun nich gak browsing web ini.
KotaSantri.com © 2002 - 2017
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1500 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels