Imam Nawawi : "Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu. Jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu."
Alamat Akun
http://masekoprasetyo.kotasantri.com
Bergabung
5 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Surabaya - Jawa Timur
Pekerjaan
Editor Jawa Pos
Seorang pecandu berat wedang kopi, tapi antirokok. Arek Suroboyo yang besar di Bekasi. Pengagum berat kebesaran Allah ini hobi sepak bola dan melempar senyum. Pemuda yang doyan kacang ijo ini juga pegiat baca buku. Bergelut dengan naskah dan tata bahasa adalah tugasnya sehari-hari sebagai editor bahasa Jawa Pos.
http://samuderaislam.blogspot.com
Tulisan Eko Lainnya
Bahu Laweyan
6 Oktober 2013 pukul 18:00 WIB
Menulis seperti Pekerjaan Nabi
13 September 2013 pukul 23:23 WIB
Demi Kucing
26 Agustus 2013 pukul 20:00 WIB
Army of Rose
25 Agustus 2013 pukul 22:00 WIB
Filosofi Balap Karung
20 Agustus 2013 pukul 21:00 WIB
Bilik
Bilik » Pena

Jum'at, 11 Oktober 2013 pukul 23:00 WIB

Cogito Ergo Sum, Sebuah Alasan Menulis bagi Guru dan Dosen

Penulis : Eko Prasetyo

Mengapa guru dan dosen harus menulis? Sebab, mereka termasuk kalangan profesional. Sebagai seorang profesional, mereka dituntut untuk mampu memberikan pengabdian secara utuh. Maksudnya, segenap kemampuan dalam mentransfer berbagai informasi yang berwujud pengetahuan.

Menurut Zainal Aqib (2013 : 25), proses menginduksi berbagai ilmu pengetahuan untuk dituangkan ke dalam bentuk tulisan adalah kegiatan bermanfaat yang sangat diharapkan. Hanya melalui pengalaman itu, akan dihasilkan temuan-temuan yang dekat dengan dunianya.

Yang perlu digarisbawahi, pada hakikatnya menulis -baik artikel ilmiah populer, jurnal, catatan harian, maupun buku- adalah kekayaan mental intelektual dan akal budi manusia. Karena itu, adanya kewajiban membuat karya tulis bagi guru dan dosen merupakan hal yang amat wajar, perlu, penting, dan urgen.

Sebagaimana dikutip dari buku Pedoman dan Aplikasi Karya Tulis Ilmiah (Yrama Widya, 2013), setidaknya ada lima manfaat di antara sederet faedah lain dari kegiatan menulis bagi guru dan dosen. Terutama menulis buku. Pertama, Anda mendapatkan kepuasan jiwa karena sudah menuangkan gagasan kreatif. Kepuasan menulis identik dengan seorang penulis yang telah merampungkan karya besarnya.

Kedua, Anda memperoleh nama baik dan dikenal luas oleh publik. Dengan munculnya nama Anda berulang-ulang, baik di media massa maupun dunia perbukuan, Anda akan diingat seumur hidup.

Ketiga, menulis (artikel ilmiah populer dan buku) akan mendukung dan memperkuat citra profesi Anda. Keempat, tajamnya tulisan Anda dapat menggetarkan dinding-dinding kekuasaan yang angkuh dan merobohkan tembok keangkuhan. Terakhir, jika kita kembali ke pangkuan Ilahi, tulisan kita akan tetap hidup. Api semangat yang kita kobarkan tetap tertanam di lubuk hati pembaca.

Mungkin kita perlu merenungi kembali buah pikir terkenal dari Rene Descartes. Kalimat itu berbunyi: Cogito ergo sum (aku berpikir, maka aku ada). Apabila ditelisik kembali, sesungguhnya ada pesan besar yang bisa dijadikan alasan pentingnya menulis, terutama bagi guru dan dosen. Yakni, dengan menulis buku, seorang guru atau dosen menjadi ada dan menyejarah.

http://samuderaislam.blogspot.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Eko Prasetyo sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Wuri Handayani | Mahasiswi
Tulisan teman-teman di KSC senantiasa selalu menjadi bahan inspirasi tarbiyah aku. Jazakillah khair.
KotaSantri.com © 2002 - 2022
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0480 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels