QS. At-Taubah 9 : 129 : "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung."
Alamat Akun
http://radinal.kotasantri.com
Bergabung
31 Oktober 2009 pukul 05:48 WIB
Domisili
Medan - Sumatera Utara
Pekerjaan
Mahasiswa
Tulisan Radinal Lainnya
Mengapa (Wahyu Pertama) Membaca?
11 September 2013 pukul 23:00 WIB
Apa yang Ada dalam Pikiran Anda Tentang Menulis?
24 Agustus 2013 pukul 23:23 WIB
Diskusi: Kecil Peminat, Besar Manfaat
15 Agustus 2013 pukul 20:02 WIB
Apa Jadinya Jika Saya Tidak Menulis?
28 Juni 2013 pukul 23:00 WIB
Bilik
Bilik » Pena

Jum'at, 20 September 2013 pukul 23:00 WIB

Asyik Menulis dan Menulis Asyik

Penulis : Radinal Mukhtar Harahap

Suatu hari, teman saya berujar begini, "Kalau mau mencari Radinal, pulang kuliah carilah di depan laptopnya! Paling-paling lagi nulis!" Sebuah ungkapan jujur karena saya memang demikian. Kalau tidak ada kuliah atau tidak lagi menghadiri suatu acara, teman terbaik saya adalah laptop; yang sangat identik dengan menulis.

Ketika liburan misalnya, jika tidak pulang ke rumah, saya lebih memilih untuk bertahan di kamar dan menulis ketimbang pergi jalan-jalan. Selain untuk menghemat pengeluaran, karena liburan biasanya lebih memerlukan biaya yang lebih banyak ketimbang hari aktif perkuliahan, saya tidak begitu menyukai 'jalan-jalan' jika tidak ditemani banyak orang.

Lebih-lebih ketika menulis naskah buku pertama saya. Saya memecahkan rekor duduk terlama saya, yaitu sejak jam 9 malam hingga subuh menjelang. Dan, paginya, saya menyambung lagi menulis hingga siang hari. Sayapun tak tahu kenapa saya bisa sangat tahan menulis, tetapi yang saya rasakan hanya dua hal; Saya ke-Asyik-an menulis dan (ternyata) menulis itu asyik!

Asyik Menulis

Jika Anda pernah melihat anak-anak yang bermain play station, maka Anda akan mendapati bahwa mereka benar-benar menikmati permainan tersebut. Bahkan dari pagi sampai malampun, terkadang anak-anak akan 'tahan' untuk tidak beranjak jauh dari depan tv. Tidak hanya di rumah, coba saja lihat di rental, dan Anda akan melihat fenomena tersebut!

Begitulah kiranya untuk menggambarkan betapa asyiknya bermain game bagi anak-anak. Dan bagi saya, setelah melewati masa anak-anak sebagaimana di atas, kini saya merasakan menulis bagaikan bermain game bagi anak-anak. Saya akan tahan untuk duduk berlama-lama merangkai kata membentuk kalimat dalam bentuk tulisan. Saya (dalam menulis) seperti anak-anak yang asyik bermain game!

Anda pun bisa merasakan apa yang saya rasakan. Dan Anda pun bisa melakukan cara-cara yang menurut Anda bisa menjadikan diri Anda sendiri untuk bisa merasakan itu. Namun di dalam tulisan ini, saya akan menceritakan bagaimana saya bisa merasakan hal itu!

1. Mulailah bertekad untuk mulai menulis. Tanpa tekad, semua hal-hal tersebut tidak akan ada artinya. Sama seperti apa yang dirasakan anak kecil ketika 'ketagihan' nge-game, maka merekapun pasang aksi untuk mulai merengek kepada orang tua untuk dibelikan atau minimal, memberikan uang untuk pergi ke rental. Dan setelah permulaan itu terjadi, maka hasilnya adalah mereka benar-benar ketagihan.

2. Karena Anda yang mempunyai tekad, maka Andalah yang harus bertanggung jawab terhadap apa yang Anda tekadi. Tidak ada orang yang akan bertanggung jawab terhadap tekad-tekad Anda selain diri Anda sendiri. Orang-orang di sekitar Anda hanyalah orang-orang yang bisa mendorong Anda untuk dapat bertanggung jawab terhadap apa yang Anda tekadi tanpa bisa bertanggung jawab terhadap tekad Anda.

3. Teruslah menulis dan rasakan kejutan-kejutannya. (Saya tidak akan menjelaskan ini karena saya menginginkan Andalah yang merasakannya sendiri!)

Menulis Asyik

Setelah merasakan asyiknya menulis, maka Anda akan menemukan kesimpulan bahwa menulis itu (benar-benar) asyik. Namun saya ingin menyampaikan sekilas apa yang saya tulis di buku pertama saya;

1. Dengan menulis, Anda mampu mengikat ilmu.
2. Dengan menulis, Anda mampu berbagi dengan teman-teman Anda.
3. Dengan menulis, Anda mampu mengurangi stres.
4. Dengan menulis, Anda mampu merancang hidup bahagia.
5. Dengan menulis, Anda mampu menjaga semangat Anda.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda telah merasakan asyiknya menulis dan menemukan kebenaran bahwa menulis (itu) asyik?

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Radinal Mukhtar Harahap sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Nurudin | Swasta
Sekilas KSC memiliki apa yang dimiliki facebook yang membuat banyak orang 'kecanduan'. Tapi bila dicermati, facebook tidak memiliki apa yang dimiliki KSC. Maaf facebook, tak lama lagi aku akan meninggalkanmu, aku mendapatkan apa yang tak aku dapatkan darimu.
KotaSantri.com © 2002 - 2021
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0608 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels