Bilik » Pena | Jum'at, 16 Agustus 2013 pukul 23:00 WIB

Penulis Harus Public Oriented

Penulis : Eko Prasetyo

Mh. Munif, penulis senior jebolan IKIP Surabaya (Unesa), secara menggelitik menegaskan bahwa keterampilan menulis saja tidak cukup bagi seorang penulis. ”Penulis tak pernah melahirkan apa-apa jika hanya memiliki skill menulis. Ia akan menghasilkan buku kalau yakin sedang memperjuangkan sesuatu di dalam tulisannya. Sedangkan jauh sebelum semuanya, ia memang memiliki daya untuk melakukannya,” ujarnya.

Secara terang-terangan, pria kelahiran Gresik, 3 Mei 1958, tersebut juga menyindir kaum akademisi. Terutama dosen.

”Banyak dosen menulis secara reguler. Tetapi, nilai sosialnya rendah karena masyarakat umum tidak dapat mengambil manfaat. Sebab, hasilnya tidak disebarkan, kecuali secara terbatas di lingkungan jurusannya. Penerbit umum yang memiliki jangkauan luas tidak bersedia menerbitkan mengingat hasil penelitian dosen tersebut yang tidak marketable. Selain bahasanya kaku, penelitian itu tidak menggugah hati untuk senang membacanya karena sukar dicerna,” kritiknya.

Sindiran senada dilontarkan oleh penulis kawakan Wishnubroto. Ia mengingatkan bahwa penulis harus public oriented. Dengan tegas dia menyatakan tindakan-tindakan yang seharusnya dilakukan oleh seorang penulis.

Pengarang harus selalu mengemukakan pertanyaan seperti ini: ”Apakah yang berguna bagi masyarakat?” dan ”Apa yang bisa saya sumbangkan untuk itu?”. Dengan demikian, ia akan selalu mempersiapkan dirinya.

Ada yang ia pertaruhkan dalam dirinya. Yaitu, sesuatu yang bermanfaat bagi pembaca (masyarakat). Itulah janji yang harus ia penuhi. Sesuatu yang idealis.

KotaSantri.com 2002-2023