Sirah Umar, Ibnu Abdil Hakam : "Aku akan duduk di sebuah tempat yang tak kuberikan sedikit pun tempat untuk syaitan."
Alamat Akun
http://kama.kotasantri.com
Bergabung
21 Juli 2010 pukul 00:30 WIB
Domisili
Makassar - Sulawesi Selatan
Pekerjaan
Mahasiswa
Org ini memiliki kbiasaan aneh, kalau Pusing paling suka ditarik2/mengikat rambutnya, muncul didunia ini dg tujuan, kembali kepada Siapa yg membawanya kdunia ini dg amanah yg telah ia pikul, yg pertama kalinya bertemu dgnnya mungkin akan bertanya2 "apakah orang ini mampu mengangkat kepalanya dan mampu berbicara tau tdk ya?"
Tulisan Kamaruddin Lainnya
Bilik
Bilik » Mualaf

Kamis, 9 Mei 2013 pukul 17:00 WIB

Aisha Canlas : Merasakan Kedamaian Mendengar Suara Adzan

Penulis : Kamaruddin

Aisha Canlas, adalah penganut Katolik sebelum menjadi seorang Muslim. Kedua orangtuanya juga Katolik, namun ketika itu, ia menjadi anggota perkumpulan gereja yang berbeda dengan gereja kedua orangtuanya. Mereka sama-sama berdo'a di depan gambar sosok laki-laki yang diyakini sebagai Tuhan umat Kristiani. Saat itu, Canlas sering bertanya, benarkah ini wajah Tuhan? Bagaimana seseorang bisa tahu seperti apa wajah Tuhan? Apakah mereka sudah pernah bertemu dengan Tuhan?

Di sisi lain, Canlas selalu merasa ketenangan dan kedamaian ketika mendengar suara adzan dari sebuah masjid di kota Manila, Filipina. "Saya selalu memejamkan mata dan merasakan ketenangan, meskipun saya tidak tahu makna kata-kata dalam adzan. Suara adzan seperti suara musik di hati saya," tutur Canlas.

Tapi saat itu, ia sama sekali belum terpikir untuk masuk Islam. Canlas akhirnya merantau ke Arab Saudi untuk bekerja, dengan harapan bisa memberikan masa depan yang lebih baik untuk keluarganya. Sebelum berangkat ke Saudi, Canlas belajar banyak hal tentang Saudi untuk menghindari syok akibat perbedaan budaya dan untuk memudahkannya bergaul di negara tempat ia bekerja.

"Saya belajar tentang budaya dan tentang negara Saudi secara keseluruhan, mulai dari bahasa dan tentu saja agamanya. Saya mulai tertarik dengan agama Islam dan ingin lebih tahu banyak tentang Islam," ujar Canlas.

Ia mengakui, prosesnya masuk Islam cukup panjang. Ia sering bertanya pada para dokter di tempat kerjanya tentang agama Islam. Kemudian ia mengetahui bahwa ada sebuah madrasah di lingkungan kerjanya, lalu memutuskan untuk ikut mendaftarkan diri di madrasah tersebut dan mulai mengikuti pelajaran di madrasah itu bersama seorang teman dan kawan sekamarnya pada 17 Januari 2008.

"Awalnya, saya menjadi pusat perhatian, karena saya anak baru di kelas dan satu-satunya penganut Kristen yang duduk bersama mereka. Saya mendengarkan apa yang disampaikan guru kami tentang Islam, Al-Qur'an, Rasulullah, dan Allah SWT," papar Canlas.

"Sejak itu, saya mulai memahami agama Islam. Kemudian meminta izin pada ibu saya di Filipina agar memberikan restu pada saya untuk berpindah agama dari seorang penganut Katolik menjadi seorang Muslimah," sambung Canlas.

Beruntung, Canlas tidak menghadapi kendala dari sang ibu. Menurut Canlas, ibunya cuma khawatir ketika ia masuk Islam ia akan melupakan orangtuanya. Canlas menjelaskan pada ibunya bahwa Muslim sangat menghormati orangtuanya, terutama ibu.

Canlas mengucap dua kalimat syahadat pada 24 Januari 2008 di hadapan guru dan siswa-siswa madrasah lainnya. Canlas mengaku tidak mengungkapkan seperti apa perasaannya saat itu. "Yang saya tahu, setelah bersyahadat, saya merasa hati saya terlepas dari beragam beban. Saya merasakan kedamaian yang selama ini saya cari dalam kehidupan ini. Menjadi seorang Muslim sungguh sangat berbeda rasanya," ungkap Canlas.

Canlas mengatakan, beberapa teman bertanya mengapa ia masuk Islam. Dan ia menjawab bahwa tidak ada seseorang atau sesuatu yang patut disembah kecuali Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW adalah utusan-Nya.

"Beberapa di antara mereka mengatakan bahwa saya mengkhianati agama saya yang dulu, Katolik. Tapi di lubuk hati, saya mengatakan bahwa itu tidak benar," tukas Canlas.

Berbahagialah Canlas karena sebagai seorang Mualaf, ia sudah bisa menunaikan umrah. Baginya, pengamalan umrah adalah pengalaman yang spesial dan tak terlupakan.

"Saya berharap dan berdo'a pada Allah SWT agar saya bisa meyakinkan keluarga saya untuk masuk Islam juga. Saya ingin mereka selamat dari api neraka pada Hari Kiamat nanti," harap Canlas.

Arsip Lama di eramuslim

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Kamaruddin sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Moh. Iwan Ihyak Ulumuddin | Pelajar
Ingin sekali gabung, sharing ilmu, and so on.
KotaSantri.com © 2002 - 2021
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0681 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels