HR. Ad-Dailami : "Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain."
Alamat Akun
http://kama.kotasantri.com
Bergabung
21 Juli 2010 pukul 00:30 WIB
Domisili
Makassar - Sulawesi Selatan
Pekerjaan
Mahasiswa
Org ini memiliki kbiasaan aneh, kalau Pusing paling suka ditarik2/mengikat rambutnya, muncul didunia ini dg tujuan, kembali kepada Siapa yg membawanya kdunia ini dg amanah yg telah ia pikul, yg pertama kalinya bertemu dgnnya mungkin akan bertanya2 "apakah orang ini mampu mengangkat kepalanya dan mampu berbicara tau tdk ya?"
Tulisan Kamaruddin Lainnya
Bilik
Bilik » Mualaf

Kamis, 20 September 2012 pukul 15:15 WIB

Jamaal : Logika Al-Qur'an Membuatku Menjadi Muslim

Penulis : Kamaruddin

Sejak kecil Jamaal selalu diajarkan orangtuanya untuk menggunakan logika berpikir sebelum bertindak. Didikan itu ia praktekan ketika berkenalan dengan Al-Qur'an pertama kali. Ia telusuri kebenaran Al-Qur'an hingga akhirnya memutuskan untuk menjadi Muslim.

Bagi Jamaal, percaya kepada Tuhan itu harus didahului dengan meyakini wahyu yang diturunkan kepada Rasul yang diutus-Nya. Meyakini bahwa wahyu itu memang berasal dari Tuhan, bukan buatan manusia. “Itulah yang saya pikirkan ketika membaca Al-Qur'an. Jadi, ada alasan bagi saya untuk mempercayai Al-Qur'an,” kata dia.

Sebelumnya, Jamaal sempat mempertanyakan kritikan non-Muslim terhadap Al-Qur'an. Menurut dia, kebanyakan dari mereka tidak memahami sejarah Al-Qur'an, apalagi Alkitab. Jadi, dalam pandangan Jamaal, apa yang dipikirkan para kritikus Islam terlalu tendensius tapi mengabaikan proporsi berpikir.

Sejak itu, ia mencoba untuk mempelajari sejarah Al-Qur'an. Secara garis besar, ia memahami bahwa Al-Qur'an diturunkan Allah SWT melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Proses turunnya Al-Qur'an memakan waktu selama 23 tahun. Setelah selesai, dalam satu ayat disebutkan Allah SWT akan menjaga kebenaran Al-Qur'an hingga akhir zaman.

“Saya merasa Al-Qur'an memiliki sejarah berbeda. Isi Al-Qur'an tidak bertambah atau berkurang, yang sebenarnya sangat mungkin terjadi,” kata dia.

Mulai membaca, Jamaal melihat Al-Qur'an mengajak umat manusia untuk berpikir dan instrospeksi diri. Seperti, Al-Qur'an menuturkan bagaimana penciptaan alam semesta dan isinya. Dari pemaparan itu, Allah SWT ingin menunjukan kepada manusia bahwa yang menciptakan itu hanyalah Dia, tak ada yang lain.

Selama penelusurannya, Jamaal memandang keimanan dalam Islam berdasar perspektif Al-Qur'an. Ia mengakui kebenaran itu dapat dikenali dan dimengerti. Tidak seperti kepercayaan masyarakat Barat terhadap iman yang selalu dominan berbicara soal misteri atau sebuah hal yang mungkin tidak dapat dibuktikan.

“Itu bukan cara Al-Qur'an. Kitab suci Islam ini meminta kita untuk mencari, sebuah sifat dasar manusia,” kata dia.

Begitu pula, lanjut dia, ketika Al-Qur'an berbicara tentang sifat Allah. Al-Qur'an memberikan gambaran sangat jelas tentang siapa yang seharusnya disembah manusia, lalu menggambarkan kehebatan dari sosok Tuhan ini. Ia tak meragukan logika itu.

Ia justru merasa aneh, ketika para ahli kitab menyebut Nabi Muhammad SAW mencuri isi dari Alkitab. Kalau memang itu benar, berarti Nabi Muhammad sangat selektif dalam mencuri isi Alkitab. Tentu saja itu tidak mungkin.

Misalnya saja kisah Adam dan Hawa yang juga ditemukan dalam Al-Qur'an. Dalam Al-Qur'an, Nabi Adam diminta untuk tidak makan buah terlarang. Al-Qur'an, beda dengan Alkitab, tidak mengatakan itu adalah pohon pengetahuan. Jamal memahami alasannya dan tak memungkiri kebenaran di dalamnya. Sebutan pohon pengetahuan tak dipakai agar pohon tersebut tidak sama dengan Tuhan sebagai pemilik sekaligus sumber pengetahuan.

“Lalu, Allah SWT menegur keduanya dan mengajarkan bagaimana bertaubat, ini seperti apa yang ditemukan dalam Alkitab. Dalam Alkitab, diberitahu bahwa Tuhan berjalan ke Taman Eden mencari Adam,” kata dia.

kisahmuallaf.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Kamaruddin sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

aisy_me | Karyawan Swasta
Bagus-bagus tulisannya, menambah semangat dan inspirasi. :)
KotaSantri.com © 2002 - 2019
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0564 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels