HR. At-Tirmidzi : "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada Engkau dari hati yang tidak pernah tunduk, dari do'a yang tidak didengar, dari jiwa (nafsu) yang tidak pernah merasa puas, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat."
Alamat Akun
http://big2besar.kotasantri.com
Bergabung
15 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Depok - Jawa Barat
Pekerjaan
Swasta
Tulisan Amelia Lainnya
Hidup Ala Sufi
19 Januari 2010 pukul 20:45 WIB
Mazhab Cinta
24 April 2009 pukul 17:00 WIB
Sejarah Singkat Perpecahan Umat
22 Maret 2009 pukul 19:21 WIB
Bilik
Bilik » Mualaf

Kamis, 22 April 2010 pukul 21:45 WIB

Orevia : Hijab Membawa Hidayah

Penulis : Amelia

Namaku Orevia, aku adalah seorang dokter spesialis wanita dan kebidanan di salah satu Rumah Sakit di Kanada. Sudah lebih dari delapan tahun aku mengabdi di rumah sakit tersebut.

Masih kuingat, tepatnya setahun yang lalu, ada seorang muslimah Arab datang ke rumah sakit tempatku berkerja. Rupanya ia akan melahirkan.

Sejak awal kedatangannya, ia sudah mengeluh sakit dan mules. Namun anehnya, aku tidak melihat setetes air mata pun di wajahnya. Ketika jam kantorku sudah hampir usai, kukatakan kepadanya bahwa aku akan pulang ke rumah.

Sebagai gantinya, akan ada seorang dokter pria yang akan menangani kelahirannya nanti. Seketika itu wanita tersebut menangis dan menolak mentah-mentah.

“Tidak! Pokoknya aku tidak mau ditangani oleh dokter pria!”

Aku begitu terkejut mendengarnya. Suaminya yang dari tadi setia menanti di sisinya menjelaskan kepadaku bahwa selama ini tak seorang pria pun yang pernah melihat dirinya selain ayah, kakak, suami, atau mereka yang termasuk mahram wanita tersebut. Aku pun tertawa mendengarnya.

“Kupikir tak seorang pria pun yang belum pernah melihat wajahku selama ini,” balasku dengan nada penuh canda.

Akhirnya kupenuhi juga permintaannya kali ini. Setelah sabar menanti dua jam, akhirnya wanita itu melahirkan anaknya dengan selamat.

Keesokan harinya aku kembali menjenguknya, sekedar mengingatkan kepadanya akan bahaya melakukan hubungan intim saat istri sedang menjalani masa nifas. Karena hal ini dapat menimbulkan berbagai penyakit dan peradangan pada tubuh si istri.

Mendengar itu, ia pun langsung menimpali dengan panjang lebar, bagaimana Islam membimbing umatnya ketika menjalani masa-masa nifas. Sebagai seorang non muslim, aku pun terperanjat mendengar uraianya tadi.

Ketika kami sedang asyik berbincang-bincang, tiba-tiba datang seorang spesialis anak masuk ke dalam ruangan sambil membawa anaknya.

“Sebaiknya si kecil tidur dalam posisi menghadap ke sebelah kanan, agar detak jantungnya bisa teratur,” katanya di sela-sela pembicaraan kami.

Mendengar hal ini, suaminya langsung menambahkan, “Ya, selama ini kami memang sudah terbiasa meletakannya sambil menghadap ke sebelah kanan sebagaimana yang telah diajarkan Nabi kami, Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.”

Kembali aku terperanjat untuk kedua kalinya. Bertahun-tahun kami menghabiskan usia dan energi untuk mempelajari hal ini, namun ternyata mereka lebih dahulu mengetahuinya melalui ajaran agamanya.

Akhirnya kuputuskan untuk mengenal lebih dalam tentang Islam dan segala semua yang berhubungan dengannya.

Beberapa waktu kemudian aku langsung mengambil cuti kerja selama satu bulan. Kumanfaatkan waktu tersebut untuk mengunjungi salah satu pusat informasi dan studi Islam yang ada.

Kupergunakan kesempatan tersebut untuk menggali seluas-luasnya tentang ajaran Islam. Tak lupa kutemui komunitas muslim, baik yang berasal dari Arab maupun dari warga Amerika sendiri.

Dan sebelum aku kembali ke kotaku, kubawa beberapa buah buku yang menjelaskan kepadaku tentang apa dan bagaimana Islam itu sebenarnya. Sejak saat itu, aku menjalin hubungan dengan beberapa orang pengurus pusat informasi dan studi Islam tersebut.

Alhamdulillah, beberapa bulan berikutnya, akhirnya kuputuskan mengubah jalan hidupku. Kini, aku telah menjadi seorang muslimah.

Allah telah berkenan membuka jalan hidayah untukku melalui hijab seorang muslimah Arab yang pernah kujumpai beberapa bulan yang lalu.

Semoga keislamanku menjadi sebuah titik baru bagiku untuk bisa menapaki kehidupan lebih baik lagi di masa yang akan datang. Aamiin.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Amelia sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Prof | Cloth Design
Moga KotaSantri.com bisa jadi situs Jejaring yang Populer n meng-Global! Amin!

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.4990 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels