HR. At-Tirmidzi : "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada Engkau dari hati yang tidak pernah tunduk, dari do'a yang tidak didengar, dari jiwa (nafsu) yang tidak pernah merasa puas, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat."
Alamat Akun
http://indrawidjaja.kotasantri.com
Bergabung
26 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta - DKI Jakarta
Pekerjaan
Konsultant
simply person with simply motivation where find the Truth is as my way of live
http://indra.web.id
saya@indra.web.id
steven widjaja
http://facebook.com/steven indra widjaja
http://friendster.com/steven widjaja
Tulisan Indra Lainnya
Lim Pei Chan : Menelusuri Sungai-sungai Hidayah
25 Februari 2010 pukul 22:40 WIB
Andaka Widjaya : Islam, Jalan Terbaik untuk Kami
11 Februari 2010 pukul 23:48 WIB
Go Bing Ching : Ikut Khitanan Massal
28 Januari 2010 pukul 22:45 WIB
Bilik
Bilik » Mualaf

Kamis, 15 April 2010 pukul 21:20 WIB

Iskandar Waworuntu : Islam itu Luar Biasa Indah

Penulis : Indra Widjaja

Sebetulnya, sejak kecil Iskandar Waworuntu bersinggungan dengan Islam. Iskandar kecil sudah sering puasa, kendati hanya ikut-ikutan teman-temannya yang beragama Islam. Bahkan waktu usia 12 tahun ia sudah mengucapkan syahadat. ''Waktu itu ikut teman mengikuti ilmu kanuragan (bela diri, red) dan di situ harus diislamkan. Jadi saya bersyahadat, tetapi hanya untuk kepentingan yang sempit,'' tutur pemilik usaha di bidang pertanian organik ini.

Waktu itu ia belum tergerak untuk memeluk agama Islam. Apalagi, latar belakang keluarganya pun tak ada yang mendukungnya untuk mengenal Islam lebih jauh. Ayahnya, Wiya Waworuntu (almarhum), adalah seorang aktivis lingkungan, dan ibunya, seorang pelukis asal Inggris, Judith, adalah penganut Kristen yang taat.

Bangku sekolah tak lagi menarik minat Iskandar di usianya yang ke-14. Ia memutuskan untuk tidak meneruskan sekolah usai tamat SMP dan lebih memilih hidup dengan caranya. Dia merantau dan berpetualang. Daerah 'jajahannya' bahkan sampai Australia, dia tinggal beberapa waktu di negeri itu.

Selama petualangannya, hampir semua agama pernah ditekuninya, termasuk Islam. ''Saya lebih senang yang pendekatannya lebih ke spiritualisme,'' kata pemilik usaha pertanian organik Pupuan Organic Farm di Bali ini tentang alasan yang membuatnya jatuh hati pada suatu agama.

Tahun 1972 ia tinggal di Yogyakarta dan aktif di Bengkel Teater. Di sini ia pernah mengawali membuat kerajinan kulit di Kasongan berupa tas, dompet, ikat pinggang, dan aneka cindera mata lainnya. Sekitar tujuh tahun ia menekuni usaha itu.

Tahun 1982 Iskandar mengikuti transmigrasi spontan bersama teman-temannya dan membuka pertanian di Bengkulu. Di sinilah ia bertemu dengan belahan jiwanya, Darmila. Pada tahun 1984 mereka menikah dan tahun 1987 pasangan muda ini meninggalkan Bengkulu.

Kehidupan perkawinan menuntunnya untuk kembali dekat dengan Islam. Isterinya seorang Muslim. Satu ucapan yang mengesankan dari istrinya tentang agamanya adalah, ''Orang melihat Islam dari jauh sebagai agama yang paling senang menakut-takuti.''

Ia kembali menyelami Islam setelah melihat ketekunan istrinya beribadah. Dan yang terlihat di dalam Islam, kata Iskandar, berbeda sekali dengan wajah yang selama ini tampak di permukaan. ''Mudah-mudahan itu bagian dari hidayah saya menemukan Islam,'' ungkap pendiri Yayasan Lingkungan Hidup Wisnu di Bali ini.

Iskandar mengakui semua tuntunan yang dicarinya sebagai seorang praktisi lingkungan dalam konteks kedudukan manusia dan alam, justru ia temukan di dalam Islam. Tuntunannya amat rapi dan komplet, kata ayah dari Tanri, Tanra, Krisna, dan Wiya.

Di dalam Islam, kata Iskandar, ia menemukan sesuatu yang terbaik yang dicarinya. Bagi banyak orang yang belum kenal Islam, syari'at Islam terkesan berat : shalat lima waktu, puasa, belum lagi harus bersunat.

Sesudah jatuh cinta pada Islam, syari'at itu menjadi sesuatu yang luar biasa indah. ''Bagi saya, Islam itu bukan pilihan, tetapi hidayah yang tak habis-habisnya kita syukuri. Bagi saya, Islam sesuatu yang luar biasa indah karena saya diberi tuntunan untuk bisa lebih dekat dengan Allah,'' ungkap Iskandar yang baru 4-5 tahun ini betul-betul tekun beribadah menjalankan ajaran Islam.

Iskandar mengatakan isterinya sangat senang setelah ia betul-betul berislam lahir batin. Namun, ketika Iskandar memutuskan memeluk agama Islam, anak-anaknya sudah ada yang meningkat remaja. ''Sampai sekarang ada dua anak saya yang masih dalam keadaan bimbang. Sedangkan anak yang ketiga malah pernah masuk pondok pesantren,'' ujarnya yang mengaku tak letih mendo'akan agar anak-anaknya itu mendapatkan jalan dan hidayah seperti yang dia harapkan.

Dari mualaf.com

http://indra.web.id

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Indra Widjaja sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

oblongsantri | desainer dan konveksi
Banyak referensi yang bisa didapat, untuk perkembangan ide dan kreasi di oblong santri. Keren.
KotaSantri.com © 2002 - 2020
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0729 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels