HR. At-Tirmidzi : "Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambil warisan tersebut, ia telah mengambil bagian yang banyak."
Alamat Akun
http://sylvia-nurhadi.kotasantri.com
Bergabung
12 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
Ibu RT merangkap Mahasiswi
Saya dilahirkan 48 tahun yang lalu sebagai anak ke 3 dari 8 bersaudara. Sebagai anak tentara saya sering berpindah-pindah tempat tinggal. Saya menyelesaikan sekolah dasar di SD Besuki Jakarta, pendidikan menengah pertama di Sekolah Indonesia Kuala-Lumpur (SIK), Malaysia sementara SMA saya selesaikan di SMA 5 Bandung. Usai menempuh pendidikan tinggi …
http://vienmuhadi.wordpress.com
Tulisan Sylvia Lainnya
Perempuan-Perempuan Tangguh
29 Oktober 2009 pukul 20:50 WIB
Sara Murray : Berawal dari Brosur
15 Oktober 2009 pukul 21:41 WIB
Dua Golongan Calon Penghuni Surga
14 Oktober 2009 pukul 18:15 WIB
Steve A. Johnson : Merasakan Keindahan Shalat
24 September 2009 pukul 21:15 WIB
Keteladanan Rasulullah dalam Memperlakukan Perempuan
10 September 2009 pukul 19:00 WIB
Bilik
Bilik » Mualaf

Kamis, 5 November 2009 pukul 22:16 WIB

Amatullah Amstrong : Tanpa Disadari, Ia Telah Bersyahadat

Penulis : Sylvia Nurhadi

Sejak kecil, Jylly dan keluarga terbiasa memuja sesuatu atau seseorang. Ini adalah kebutuhan yang dirasakan seluruh keluarga. Itu sebabnya mereka terbiasa pergi ke gereja dan sekolah minggu. Di samping itu, seperti ayahnya, Jylly juga amat mencintai berbagai bentuk kesenian. Oleh sebab itu, Jylly kecil telah mengenal puisi-puisi karya nama-nama besar, di antaranya Umar Khayam, seorang sufi terkenal. Setelah agak besar, Jylly mulai belajar balet. Maka dunia balet pun berpindah menguasai pikirannya. Menjelang remaja, sebagaimana jutaan remaja pada masa itu, Jylly tergila-gila pada kelompok musik The Beatles.

Seiring dengan bertambahnya usia, kegandrungannya pada sesuatu berubah sedikit demi sedikit. Ia mulai menyukai yoga, musik klasik, serta berbagai kebudayaan, di antaranya adalah peradaban kuno Mesir dan Arab. Dari sini, ia mulai mengenal dunia Islam walaupun masih sebatas budaya dan seninya. Masih panjang perjalanan yang harus dilaluinya untuk betul-betul mengenal ajaran Islam yang sebenarnya. Bertahun-tahun lamanya, bahkan setelah ia menikah, ia hanya merasa jatuh cinta kepada Islam sebagai seni dan budaya yang sangat tinggi nilainya.

Dengan tetap mengenakan rosarionya, Jylly terbiasa menghabiskan berjam-jam waktunya untuk mempelajari ajaran Islam. Ia sangat terobsesi dengan cara hidup para sufi yang mengorbankan hidup demi kecintaan dan penghambaannya pada Tuhannya. Ia pun mulai terbiasa melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur'an sekaligus menghafalkannya! Tanpa mengetahui maknanya, sambil berjalan-jalan sendirian di antara semak belukar di sekitar kediamannya, Jylly sering belajar mengucapkan kalimat, ”La ilaha ilallah, Muhammadarasulullah." Ia tidak menyadari bahwa dengan mengucapkan kalimat tersebut sesungguhnya dirinya telah menjadi muslimah. Dengan tuntunan sebuah buku yang didapatnya ketika ia dan suami bepergian ke sebuah negeri Islam, ia bahkan mulai mempelajari gerakan shalat.

Perjalanan spiritual Jylly mencapai puncaknya ketika ia berusia 35 tahun. Ia bersyahadat secara resmi di sebuah masjid di Sydney. Sebagai seorang muslimah yang memiliki pengetahuan yang luas, ia menyadari bahwa perkawinannya yang telah mencapai usia 14 tahun bakal kandas. Karena dengan keislamannya ini, maka suaminya yang non muslim kini menjadi haram baginya. Namun beruntunglah ia, sebab cahaya Islam rupanya telah pula meneranginya. Sang suami yang seorang pematung itupun berbaiat menuju Islam.

Kini, Jylly dan suaminya menjalani hidup secara amat bersahaja. Mereka menanggalkan berbagai koleksi antik mereka, seperti patung, lukisan, serta foto-foto. Bahkan musik klasik yang selama bertahun-tahun menemani hidup Jylly pun ia tinggalkan. Ia merasa kesenangannya itu cenderung mengganggu keasyikannya untuk mengingat Allah. Ia berprinsip kepada hadits yang dihafalnya di luar kepala, ”Aku berlindung kepada Allah dari pengetahuan yang tidak beguna." Hidup mereka kini dipenuhi dengan dzikir. Semua kegiatan hidup adalah ibadah dalam rangka mengingat Allah. Alam semesta adalah masjid yang agung.

”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu.” (QS. Adz-Dzariyat [51] : 56).

Referensi : "Santri-santri Bule" - Prof. DR. Deddy Mulyana, MA.

http://vienmuhadi.wordpress.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Sylvia Nurhadi sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Eno Karta Susana | Guru
Subhanallah... KSC bisa dijadikan sebagai sarana kreativitas, nambah ilmu, dan mempererat tali silaturrahim. Tapi tetap kita harus berusaha menjaga niat. Semoga bermanfaat. Aamiin...

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0960 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels