Bilik » Goresan | Rabu, 24 Oktober 2012 pukul 13:00 WIB

Tepi Nurani

Penulis : Muhammad Sofyan Arif

Detak jam di ujung jendela

sang bayu semilirkan hati nan sendu

malam terkikis coretan purnama

jiwa-jiwa sepi terbakar keangkuhan

 

Ku duduk menatap bersila

alunan nada bangkitkan selera

letupan riak-riak air menyapa

seakan hidup tak ada batasnya

 

Luka menyayat bertabur derita

perih, menusuk tak terasa

rakyat jelata tinggal esok nafasnya

namun si penguasa seakan tak ada

 

Miris, tragis, dan histeris

menatap keadaan yang ada

tak ada lagi yang dirindukan

tak ada lagi pelukan embun pagi

tak ada lagi sinarnya mentari

yang ada hanya satu,

batu mengganjal di tepi nurani

KotaSantri.com 2002-2019