|
Ali Bin Abi Thalib : "Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusan sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan kejahatan, dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya akan kehormatan dirinya."
|
|
|
http://rifarida.multiply.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |





Senin, 6 September 2010 pukul 19:25 WIB
Penulis : Rifatul Farida
Dalam keteguhan gerak
Berbalur peluh
Di ujung duka
Menggemalah dzikir tanpa jeda
Seperti bertasbihnya alam
Rasa ini…
Meluruhlah
Agar hati bisa melesat cepat
Menambatkan dirinya pada jiwa lain
Memadukan gerak di ruang ridhaNya
Mengukir prasasti dengan janji teragung
Pada bentangan masa yang pernah terlewati
Tak kan ada penyesalan
Karena telah menjadi pelajaran
Rasa ini…
Meluruhlah
Seperti luruhnya embun
Kala perkasa mentari menyambangi
Oh, mentari…
Segerakah kau datang?
Menghadang laju jiwa
Mengendalikan gejolaknya
Mengatur alurnya
Menundukkan segala yang ada padanya
Dalam titah takdir dariNya
Rasa ini...
Meluruhlah
Menyibak cinta tersekat
Dengan ingin yang menghebat
Dan tetap menghujam
Dalam cita yang kian mengusam
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.
jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan.
dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.