|
Ust. Aam Amiruddin : "Sesungguhnya sepercik kejujuran lebih berharga dari sebongkah cinta. Apa arti sebongkah cinta kalau dibangun di atas kebohongan? Pasti rapuh bukan? Betapa indahnya apabila kejujuran dan cinta ada pada diri seseorang. Beruntunglah Anda yang memiliki kejujuran dan ketulusan cinta."
|





Jum'at, 30 Juli 2010 pukul 20:40 WIB
Penulis : Salman Rafan Ghazi
Rindu adalah hutan yang teduh
ketika malam amat tabah mementaskan tari sendu
begitu syahdu dari gelap hulu
sampai tiba di hilir shubuh.
Rindu ialah pagi yang seketika menjadi
simfoni dari sulur-sulur beringin dan rimbun dedaun jati
yang kelak akan kau kenang sebagai petunjuk jalan
pulang agar tak tersesat di sebuah simpang.
Rindu seperti amuk nyamuk
kerap kau cecap darahnya yang manis
semanis apel merah
meski muak teramat payah.
Rindu serupa benderang siang
mengubah mantan kekasih yang
memendam kecamuk amuk
di dada masing-masing menjadi geletar nuansa warna : cahaya.
Adakah rindu itu misteri?
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Salman Rafan Ghazi sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.
jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan.
dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.