|
HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
|





Jum'at, 2 Juli 2010 pukul 19:50 WIB
Penulis : Meralda Nindyasti
Ketika bintang dan bulan beredar dengan seijin-Mu,
aku pun hidup dengan seijin-Mu
Rabb...
Aku tahu, Kau telah banyak memberiku
Apapun Kau beri selama aku di dunia ini
Karena itulah, sebenarnya aku malu untuk meminta lagi
Semata-mata karena amat banyak hal yang patutnya kusyukuri hingga detik ini
Namun, jikalau aku masih boleh meminta
aku masih pantas dikabulkan do'anya oleh-Mu
maka, aku meminta :
kekuatan dan kesabaran
Itu saja, Rabb
itu saja, kumohon
Di antara semua asal janji,
aku hanya sanggup menaruh kepercayaan sepenuhnya pada janji yang berasal dari-Mu
Kumohon, Rabb
beri aku kekuatan dan kesabaran
Yang kelak akan meneguhkanku di jalan kebaikan
Kumohon, kumohon
Al-Jalil
Al-Malik, Al-Aziz
Al-Jabbar, Al-Wahhab, Al-Fattah
Al-Basith, Al-Mujib, Al-Hakim, Ash-Shamad, Al-Qadir
Ya Rabb
Malang, 28 Juni 2010
Baiti Jannati
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Meralda Nindyasti sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.
jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan.
dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.