|
HR. At-Tirmidzi : "Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambil warisan tersebut, ia telah mengambil bagian yang banyak."
|

Senin, 14 Juni 2010 pukul 20:35 WIB
Penulis : Puji Hartono
Saudaraku,
Pahala memang tak tampak di mata
Tak seperti tumpukan harta dunia yang dicari-cari manusia
Tak seperti gadis cantik yang diidam-idamkan para pemuda
Tak seperti nilai A yang didambakan mahasiswa
Saudaraku,
Tapi ingatlah siapa yang menjanjikannya
Dzat yang menciptakan dunia beserta seluruh isinya
Yang membukakan bagimu kebaikan beserta pintu-pintunya
Dia Yang Mahabenar perkataannya
Dia tidak pernah menyelisihi janji-Nya
Saudaraku,
Kalau seandainya seluruh jin dan manusia
Berhati taqwa yang mencapai puncaknya
Maka tidaklah menambah kemuliaan-Nya sedikit pun juga
Kalau seandainya seluruh jin dan manusia
Berhati busuk yang mencapai dasar jurang dosa
Maka tidaklah mengurangi kemuliaan-Nya sedikit pun juga
Saudaraku,
Ketika para penuntut ilmu agama duduk di majelis ilmu
Dimanakah kamu?
Ketika hamba-hamba Allah menaikkan celana demi Rabb-mu
Dimanakah kamu?
Ketika para mukminat mengenakan jilbab berhias rasa malu
Dimanakah kamu?
Ketika Al-Qur’an dibaca dengan merdu
Dimanakah kamu?
Ketika orang-orang berkerumun antri wudhu
Dimanakah kamu?
Ketika adzan Shubuh di pagi buta memanggilmu
Dimanakah kamu?
Ketika saudaramu membutuhkan senyum dan tegur salammu
Dimanakah kamu?
Ketika jalan diliputi rintangan yang mengganggu
Dimanakah kamu?
Ketika saudaramu membutuhkan nasehatmu
Dimanakah kamu?
Ketika dzikir pagi-sore membasahi lisan menyejukkan qalbu
Dimanakah kamu?
Ketika masyarakat yang diliputi kejahilan haus akan ilmu
Dimanakah kamu?
Ketika orang-orang berburu pahala dengan menggebu-gebu
Dimanakah kamu?
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Puji Hartono sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.
jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan.
dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.