|
Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
|
|
|
insmile_online |





Rabu, 24 Februari 2010 pukul 20:56 WIB
Penulis : Imroah
Andai aku bisa
Andai aku mampu
Namun aku belum bisa
Namun aku belum mampu
Menemui inginmu dan inginku
Seperti apa cinta yang kau tawarkan
Aku terlanjur terbuai dalam biru angan
Karena hanya cintaNya yang bisa dipercaya
Yang mengizinkanku bernafas
Hingga waktu sekian
Namun tak kupungkiri
Aku butuh kasihmu sebagai insan pilihan
Berjuang bersamaku menggeluti zaman
Menyempurnakan 1/2 dien
Dalam sunnah RasulNya
Seperti impian kita di tiap kisi malam
Ajari aku menjaga namamu
Ajari aku menjaga kepercayaanmu
Di laku apapun dalam lurus aturan
Tak lekang masa yang kian usang
Dan biarkan aku belajar tentangmu
Mencoba merindukanmu
Meski tak kutahu auramu
Kau tetap yang di hati setelahNya
~ Dalam kesepian yang dalam ~
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Imroah sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.
jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan.
dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.