Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
Alamat Akun
http://nabila_balqis.kotasantri.com
Bergabung
11 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Surabaya - Jawa Timur
Pekerjaan
Researcher
Tulisan Pretty Lainnya
Mengejar Matahari
1 Februari 2010 pukul 20:31 WIB
Tenang di Tengah Badai
15 Januari 2010 pukul 20:20 WIB
Ke Mana Rindu Ini Kan Bermuara?
28 Desember 2009 pukul 20:45 WIB
Perjalanan Hidup Itu Seperti Traffic Light
25 Desember 2009 pukul 18:00 WIB
Rahasia di Balik Malam
9 Desember 2009 pukul 19:21 WIB
Bilik
Bilik » Goresan

Jum'at, 19 Februari 2010 pukul 20:32 WIB

Kesaksian Sepasang Bola Mata

Penulis : Pretty Kurnia

Sepasang bola mata
Memandangmu jenaka
Menelusuri raut bercahayakan keteduhan
Pesonamu yang pancarkan binar harapan

Bila bahagiaku berguguran
Engkaulah yang pertama punguti serpihannya
Yakinkan aku tiada sendirian
Nyalakan api semangat, membakar nestapa

Bila sepiku datang
Engkaulah yang pertama meramaikannya
Senandungkan kalam cinta dariNya
Penuhi rongga jiwaku yang kerontang

Bila ceriaku tiba
Kau temaniku dalam diam
Meski kutahu hatimu turut bahagia
Sekedar ingatkanku, nun jauh di sana
Berjuta asa tlah padam
"Tiadakah upaya tuk berbagai rasa?"

Bola mata itu kini tetap memandangmu
Meski tiada nyata dan jauh
Namun tetap kuharapkan senyum yang bersemu rindu
Menantiku seperti halnya mentari
Layangkan setia janji merpati
Kepakkan sayapku dalam cakrawala inspirasi
Mengasihiku laksana samudera biru
Karena engkau, pintu Firdaus kan bersauh
Tapaki jalanNya bersama dengan ridhamu

Sepasang bola mata itu adalah milikku
Permata hati yang lahir dari rahimmu

Dedicated to My Mother

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Pretty Kurnia sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Nia | Guru
KotaSantri.com top dech. Artikelnya bagus-bagus banget, sangat menyentuh kalbuku sampe berurai air mata membacanya dan sarat dengan hikmah. Bukankah hikmah adalah milik para mukmin yang tercecer? So, buruan gabung.

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1214 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels